Nilai Ekspor Kota Tangerang Capai Rp 32 Triliun

Oleh Pramita Tristiawati pada 22 Okt 2019, 11:30 WIB
Neraca Ekspor Perdagangan di April Melemah

Liputan6.com, Jakarta - Nilai ekspor yang dilakukan penggiat usaha di Kota Tangerang, ternyata mengalami peningkatan di tahun ini. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat mencatat, nilai ekspor sampai September 2019, mencapai Rp 32 triliun.

Jumlah tersebut melebihi jumlah impor yang masuk ke Kota Tangerang sebanyak Rp 27 triliun. Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Kota Tangerang, Endang Purwaningsih mengatakan, produk-produk dari Kota Tangerang menjadi langganan ekspor ke berbagai negara. 

"Asia pasti, selebihnya berhasil masuk ke Eropa dan Timur Tengah, beberapa ada ke Amerika Serikat," ujar Endang di Tangerang, Selasa (22/10/2019).

Adapun komoditas dominan yang diekspor mulai dari produk coklat, alas kaki, plastik, fashion, dan kerajinan. Produk-produk tersebut diproduksi oleh perusahaan besar sampai pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) pun turut terlibat dalam ekspor ini.

“Data berdasarkan Surat Keterangan Asal (SKA) Disperindag, jumlahnya diharapkan terus meningkat sampai akhir tahun ini,”ujarnya.

Dalam rangka meningkatkan nilai ekspor, Disperindag rutin mengadakan seminar kepada pelaku usaha. terkait wawasan tata cara eksport yang benar dan aman. Termasuk penyampaian informasi terkini regulasi ekspor impor yang ditetapkan pemerintah Indonesia, ataupun peluang ke negara-negara tetangga.

“Meningkatnya nilai ekspor akan berdampak kepada perkembangan usaha dan perekonomian masyarakat. Terlebih Kota Tangerang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha seperti lokasi yang strategis, dan akses transportasi yang mudah," katanya.

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 of 4

Ikut TEI 2019, Batik UMKM Kebanjiran Permintaan Ekspor

Trade Expo Indonesia (TEI) 2019
Trade Expo Indonesia (TEI) 2019.

Perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 dimanfatkan juga pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk mendapat pasar baru. Ajang pameran ini telah digelar pada pekan lalu di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City.

Beragam produk buatan Indonesia berlomba-lomba memikat para peserta ajang tahunan berskala internasional tersebut. Wajar saja, acara rutin Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini kerap didatangi pembeli dari kalangan importer dan distributor kelas kakap baik dari dalam maupun luar negeri.

Pemilik Kembang Tjelup asal Yogyakarta, Rini Kartika mengaku mendapat beberapa peminat dari luar negeri. Produk aksesoris dan fashion bertema lokal dan ramah lingkungan buatannyadiklaim berhasil memikat pengunjung TEI baik dari dalam maupun luar negeri.

“Sudah ada pengunjung dari Namibia dan Eropa yang minta proposal dan penawaran produk Kembang Tjelup selama pameran. Kita akan lanjutkan prosesnya dulu, semoga bisa deal,” jelas Rini di Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Hal yang sama dirasakan Inin Silviana Nurul Hadi, Pemilik Kilisuci Batik mengaku telah mendapat calon pembeli potensial dari dalam dan luar negeri sepanjang perhelatan TEI 2019.

“Sudah ada yang beli buat sampel dari Kedutaan Besar Nigeria dan Zimbabwe. Saya tawarkanproduk yang akan laku di Negara mereka kira-kira apa supaya barang yang dibeli dari sini harus aris, paling diminati bentuknya topi dan pashmina. Tapi ini kan masih sampel, kalau bisakerjasama nilai transaksinya pasti lumayan besar,” ungkap Inin.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bank BRI karena telah mengajak kami ikut berpartisipasidi acara ini. Banyak manfaat yang bisa kami dapatkan selama mengikuti pameran ini selainpembeli potensial dari dalam dan luar negeri kami juga mendapat wawasan terkait bisnis secaralebih luas,” lanjut Rini.

 

3 of 4

Selanjutnya

20161013-TRADE-EXPO-INDONESIA-2016-Jakarta-FF2
Aneka furniture dan mebel di pamerkan dalam Trade Expo Indonesia 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/10). TEI 2016 menjadi media bagi pengusaha dalam dan luar negeri untuk memamerkan dan mempromosikan produk mereka. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Inin dan Rini merupakan UMKM binaan Rumah Kreatif BUMN dan program Indonesia Mall dari Bank BRI. Indonesia Mall dibangun melalui kerja sama BRI dengan e-commerce untukmendorong UMKM go-online yang berhasil membuka pasar UMKM binaan dari yang tadinyahanya terbatas di wilayahnya menjadi lebih luas ke seluruh Indonesia bahkan hingga kepelosok.

Produk-produk unggulan dari UMKM mitra binaan BRI dapat langsung dibeli di e-commerce rekanan seperti Qoo10, Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blanja.com dan Blibli.com.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓