Pengusaha Harap Jokowi-Ma'ruf Amin Percepat Reformasi Ekonomi Nasional

Oleh Athika Rahma pada 20 Okt 2019, 16:30 WIB
Jokowi Hormati Langkah Amien Rais

Liputan6.com, Jakarta - Pelantikan Jokowi dan Ma'aruf Amin menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia untuk periode 2019-2024 membawa sejumlah harapan dari berbagai pihak. Salah satunya, para pengusaha, yang tentu memiliki peran besar dalam membantu laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Internasional Shinta Widjaja Kamdani berharap, kepemimpinan Jokowi yang kedua kalinya bisa mempercepat pelaksanaan reformasi ekonomi nasional.

"Yang dibutuhkan pelaku usaha saat ini adalah percepatan pelaksanaan reformasi ekonomi nasional agar iklim usaha Indonesia secara signifikan bisa ditingkatkan dan secara riil lebih kompetitif dibandingkan negara-negara pesain kita di kawasan," ungkap Shinta kepada Liputan6.com, Minggu (20/10/2019).

Shinta melanjutkan, kebijakan-kebijakan reformasi ekonomi yang sudah ada saat ini harus dikebut lagi pelaksanaan dan pengawasannya. Tak lupa pula, hal-hal yang mengganjak pencapaian target ekonomi nasional harus dicari solusi pemecahannya.

"Kemudian, menciptakan breakthrough yang mengganjal pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen," tuturnya.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 of 3

Ekonomi Indonesia Tertahan di Angka 5 Persen

Target Pertumbuhan Ekonomi
Suasana gedung-gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Selasa (30/7/2019). Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama dengan pemerintah menyetujui target pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran angka 5,2% pada 2019 atau melesat dari target awal 5,3%. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Economic Action Indonesia (EconAct) Ronny P Sasmita memprediksi, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2019 Ini akan tertahan pada kisaran maksimal sebesar 5,0 persen.

Ronny mengutarakan, melambatnya pertumbuhan ekonomi ini lantaran adanya tekanan yang terjadi hampir pada semua kontributor. Utamanya dari sisi ekspor-impor, pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang turut melemah, hingga investasi asing yang tertahan.

Dengan begitu, ia menyatakan, pertumbuhan ekonomi negara yang tertahan ini bakal menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah baru nanti. Dia mendesak agar kabinet baru Joko Widodo (Jokowi) dapat segera mencari jalan keluar atas permasalahan ini.

"Melihat kondisi yang ada, sangat jelas bahwa tugas pemerintahan yang baru benar-benar tak mudah. Stagnansi di level domestik harus dicarikan segera solusinya, baik jangka pendek, menengah, dan jangka panjang," imbuhnya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓