672 Peserta Ikuti Sayembara Desain Ibu Kota Baru

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 19 Okt 2019, 13:30 WIB

Diperbarui 19 Okt 2019, 14:16 WIB

Siswa SD

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara resmi telah meluncurkan Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) tingkat nasional pada 2 Oktober 2019 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Masa pendaftaran dimulai sejak 3 Oktober dan akan berakhir pada 21 Oktober 2019.

Hingga 18 Oktober 2019, tercatat sudah ada sebanyak 672 peserta yang mendaftar mengikuti sayembara gagasan desain ini.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, sayembara ini bertujuan untuk memperoleh berbagai ide dan gagasan desain kawasan melalui partisipasi masyarakat, khususnya yang berkecimpung pada bidang arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, maupun disiplin lain yang terkait.

"Perencanaan dan perancangan IKN ini merupakan langkah awal yang menentukan dalam mewujudkan IKN yang sesuai dengan harapan kita semua. Dalam sayembara ini, kami berharap agar para peserta dapat mencurahkan gagasan-gagasannya untuk mentransformasikan setiap kriteria ke dalam bentuk desain kota yang kita impikan dan akan kita wujudkan bersama," ujar dia dalam sebuah pernyataan tertulis, Sabtu (19/10/2019).

Dia juga mengatakan, Indonesia dapat belajar dari pengalaman Kazakhstan yang dalam penyusunan Masterplan Astana atau Nur Sultan sebagai IKN mampu menyelenggarakan kompetisi desain kawasan ibu kota di level internasional.

Dia menjelaskan, masterplan Nur Sultan dibagi menjadi tiga zona, yakni zona penyangga berupa sabuk hijau, zona inti kota dan zona pengembangan kota.

"Demikian halnya dengan Indonesia, ruang lingkup penilaian sayembara adalah gagasan desain (basic urban concept) yang meliputi desain Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dengan luas area 2.000–6.000 ha, Kawasan Ibu Kota Negara (K-IKN) dengan luas area kurang lebih 40 ribu ha dan Kawasan Perluasan Ibu Kota Negara (KP-IKN) dengan luas total area hingga 180 ribu ha (termasuk luasan KIPP dan K-IKN)," jelasnya.

 

2 of 4

Smart Metropolis

Desain Ibu Kota Baru
Desain Ibu Kota Baru di Kalimantan. (Liputan6.com/ Istimewa)

Menurut dia, ibu kota negara yang baru harus dirancang sebagai kota masa depan berkonsep smart metropolis sebagai tempat dimana talenta-talenta terbaik nasional dan internasional akan tinggal dan bekerja. "Jadi kota ini harus memiliki semua fasilitas terbaik di Asia Tenggara dari sisi pendidikan, kesehatan, teknologi, dan riset," sambungnya.

Selain dirancang menjadi kota cerdas, ia menambahkan, desain IKN baru juga harus mencerminkan identitas bangsa yang diterjemahkan dalam urban design secara filosofis dari pilar-pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga selaku Ketua Tim Panitia Pelaksana Sayembara Gagasan Desain IKN menyampaikan, para peserta juga akan diundang untuk mengikuti penjelasan lapangan di Kalimantan pada Senin (21/10/2019) mendatang usai mendapat penjelasan teknis.

"Harapannya, para peserta memahami betul daerah yang akan dirancangnya, kita berikan gambaran wilayah perencanaan secara transparan. Sehingga nantinya peserta dapat mendapatkan gambaran untuk menentukan titik pusat pemerintahan dan pengembangannya dalam gagasan desain yang dibuat," tuturnya.

3 of 4

Peta 3D Ibu Kota Baru Rampung Akhir Tahun Ini

Maket Ibu Kota baru (dok Kementerian PUPR)
Maket Ibu Kota baru (dok Kementerian PUPR)

Badan Informasi Geospasial (BIG) tengah menyelesaikan peta dasar dengan skala yang lebih besar, yakni 1:5000 di wilayah ibu kota baru, Kalimantan Timur (Kaltim).

Saat ini, pembuatan peta digital 3D delapan layer ibu kota baru masuk proses perhitungan detail dan diperkirakan akan selesai Desember 2019.

"Pemotretannya sudah selesai, sekarang sedang proses perhitungan detail, akhir Desember peta digital 3D delapan layer itu sudah ada," kata Kepala BIG Hasanuddin Z Abidin saat peringatan Hari Informasi Geospasial di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (17/10/2019).

Peta skala 1:5000 ini nantinya akan digunakan oleh kelompok kerja (pokja) sebagai acuan untuk perencanaan tata ruang wilayah di ibu kota baru.

"Misalnya kawasan ekonomi khusus. Tapi sekarang kita ingin semuanya sistematik, jadi tidak terpecah-pecah," kata dia.

Menurutnya, BIG sudah lama membantu pemerintah dalam hal ibu kota baru ini. Mulai dari pemilihan lokasi dan lainnya. Kementerian dan lembaga lainnya juga sudah melakukan studi atas pemilihan lokasinya.

"Tapi karena rahasia, kita tidak pernah buka itu. Karena sudah diumumkan ya kita sekarang fokus ke kawasan tersebut dan sudah dipetakan," terangnya.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓