Harga Cabai Turun, Bawang Merah Naik di Pasar Slipi

Oleh Tommy Kurnia pada 18 Okt 2019, 12:45 WIB
Diperbarui 18 Okt 2019, 12:45 WIB
FOTO: Setelah Idul Adha, Harga Cabai Mulai Turun

Liputan6.com, Jakarta Memasuki musim hujan, harga cabai di pasar tradisional terpantau menurun. Cabai rawit merah yang bulan Juli lalu harganya sempat meroket hingga sekitar Rp 100 ribu per kilogram (kg) kini sudah turun sekitar 50 persen.

"Cabai rawit merah Rp 45 ribu per kg. Cabai keriting juga sama. Yang mahal cabai merah besar di atas Rp 50 ribu. Rawit hijau Rp 40 ribu juga dapat," ujar Lena (56) kepada Liputan6.com, di Pasar Slipi, Jakarta Barat, Jumat (18/10/2019).

Ia menduga cabai sedang panen sehingga harganya mulai stabil dan terjangkau. Harga yang dijual Lena juga relatif murah karena ia mengambil langsung dari Pasar Induk Kramat Jati.

Harga komoditas bawang pun terpantau stabil. Bawang putih dijual Rp 30 ribu per kg, bawang putih kating seharga Rp 35 ribu per kg. Sementara bawang merah Rp 25 ribu per kg.

Untuk harga sayuran Lena menjual, kentang seharga 14 ribu per kg, tomat dan timun 10 ribu per kg, dan wortel 13 ribu per kg.

Pedagang lain, Yesika (23), menjual cabai rawit merah di kisaran Rp 55 ribu - Rp 60 ribu per kg. Sementara cabai rawit hijau kecil seharga Rp 40 ribu per kg. Harga bawang merah terpantau sedikit naik.

"Bawang merah sekarang naik, tapi enggak terlalu tinggi, jadi Rp 30 ribu. Kemarin sempat Rp 20 ribu. Bawang putih banci 35 ribu per kg dan kating 40 ribu per kg," Yesika menjelaskan.

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 2 halaman

Inflasi Oktober 2019 Diproyeksikan 0,02 Persen

20161003-Pasar Tebet-Jakarta- Angga Yuniar
Pedagang merapikan barang dagangannya di Tebet, Jakarta, Senin (3/10). Secara umum, bahan makanan deflasi tapi ada kenaikan cabai merah sehingga peranannya mengalami inflasi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Survei pantauan harga kebutuhan Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi di bulan Oktober berada di kisaran angka 0,02 persen. Hal itu disampaikan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo saat ditemui usai shalat jumat di Mesjid BI, Jumat (4/10/2019).

"Sampai minggu 1 Oktober kita perkirakan di bulan Oktober itu ada sedikit kenaikan harga tapi kecil, hanya 0,02 persen month to month (mtm)," kata Perry.

Sementara itu, secara tahunan atau year on year (yoy) inflasi pada bulan Oktober adalah 3,13 persen. Angka ini sedikit turun dari bulan sebelumnya yang 3,39 persen.

"Jadi kalau kita bandingkan di bulan September dari BPS terjadi deflasi minus 2,7 persen dan yoy nya adalah 3,39 persen," ujarnya.

Inflasi ini disumbang oleh kenaikan harga beberapa komoditi. Namun kenaikan tersebut relatif kecil.

"Nah beberapa harga yang mengalami kenaikan relatif kecil yaitu adalah daging ayam 0,03 persen, tomat sayur 0,01 persen," ujarnya.

Sementara itu, untuk beberapa jenis cabai terpantau masih deflasi. Misalnya cabai merah deflasi 0,07 persen, kemudian cabai rawit deflasi 0,03 persen.

"Demikian juga bawang merah deflasi 0,02, ayam ras juga deflasi 0,03 persen. Jadi yang pertama saya sampaikan harga harga tetap terkendali sampai bulan ini dan Insya Allah akhir tahun akan sesuai perkiraan kita akan di bawah titik tengah sasaran di bawah 3,5 persen menunjukan inflasi yang terjaga dan terkendali," tutupnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓