Shopee Catatkan 1,2 Juta Transaksi per Hari di Indonesia

Oleh Fadjriah Nurdiarsih pada 17 Okt 2019, 15:16 WIB
Shopee

Liputan6.com, Jakarta - Shopee, platform e-commerce, yang berbasis di Singapura, mengundang wartawan dari regional Asia + Taiwan dalam Shopee Regional Head Quarters Visit di gedung baru Shopee di Singapura (17/10).

Chris Feng, Chief Executive Office Shopee, mengatakan kantor ini baru saja dilaunching pada bulan lalu, serta menandai pertumbuhan Shope di tahun-tahun sebelumnya serta panggung Shopee di tahun depan.

Dia menegaskan bahwa Shopee berkembang selama beberapa tahun dan didirikan untuk memenuhi kebutuhan orang di pasar Asia Tenggara dan Taiwan.

Shopee menyadari bahwa e-commerce telah berkembang dan semakin dituntut untuk memenuhi kebutuhan pasar secara mobile. Chris mengatakan, "Shopee telah memenuhi kebutuhan pasar sejauh ini," kata dia.

Di Indonesia sendiri, Shopee mencatat 1,2 juta transaksi setiap hari dan pertumbuhan 93,3 persen year on year. 

Pengguna juga makin tertarik dengan adanya Shopee brands, salah satunya Ronaldo. Chris mengatakan, berkat Ronaldo, ada 3,5 juta online view dan order naik 3 kali lipat pada 11.11 dibandingkan 2018. Sementara pada acara 12.12 tahun ini, yang merupakan Harbolnas, Shopee menjanjikan sesuatu yang besar, karena bertepatan dengan ulang tahun ke-5.

Chris menyadari pertumbuhan e-commerce yang pesat, bahkan dikatakan e-commerce akan tumbuh dobel dalam waktu 5 tahun, membuat Shopee terus berinovasi menggaet pelanggan yang loyal.

Kuncinya, kata dia, adalah ada perasaan keterlibatan dari pengguna. "Shope tidak hanya tempat belanja online, tapi juga berusaha memberikan kegembiraan dan kebahagiaan dalam berbelanja untuk para pembeli bersama keluarga dan teman-teman."

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 of 3

Berkat E-Commerce, Investasi Asing Mengalir Deras ke Indonesia

Ilustrasi e-Commerce
Ilustrasi e-Commerce (iStockPhoto)

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengungkapkan dua sektor yang menjadi penyelamat Indonesia dalam mendulang foreign direct Investment (FDI). Dua sektor tersebut yakni industri pengolahan dan e-commerce.

"Dalam periode pertama Presiden Jokowi ada dua sektor yang menyelamatkan FDI, pertama sektor pengolahan industri smelter dan kedua sektor e-commerce dan ekonomi digital," kata dia, di ICE BSD, Banten, Kamis (17/10/2019).

Dia mengatakan, pada periode pertama pemerintahan Jokowi-JK, pihaknya mencatat aliran deras arus modal ke e-commerce.

"Ini fenomena yang cukup mendadak, hanya dalam 3-4 tahun terakhir FDI ke unicorn, startup meloncat dari sebelumnya hampir tidak ada, sekarang 15-20 persen dari total FDI kita setiap tahun. Dan Indonesia sudah jadi tuan rumah yg unicorn melebihi jumlah unicorn di Eropa," jelas dia.

"Presiden Jokowi sendiri gila gadget, pasion mengikuti teknologi. Kita pernah nonton sambutan beliau mengenai Tesla, space as, tentu kabinet mengikuti sehingga Indonesia menikmati sebuah suasana politik, kebijakan yang sangat pro teknologi," imbuhnya.

Ke depannya, sektor yang harus terus digenjot sebagai untuk berkontribusi pada perekonomian, termasuk mendulang FDI yakni pariwisata dan lifestyle.

"Sektor pariwisata secara global lebih tinggi pertumbuhan dari pada ekonomi dunia secara umum. Setiap 4 lapangan kerja baru, 1 adalah dari sektor pariwisata. Jadi wisata benar benar booming terutama dimotori oleh terus bergabungnya kelas menengah, global middle clash. Salah satu fenomena yang bisa diprediksi begitu orang naik kelas, terutama yang membedakan adalah lifestyle," urai Lembong.

"Lifestyle hemat saya salah satu keunggulan Indonesia dan ini akan mempunyai multiplayer effect terhadap yang bisa kita produksi, jasa yang bisa kita tawarkan ke seluruh dunia," tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait