Sempat Tertekan, IHSG Akhirnya Ditutup Menguat ke 6.158,16

Oleh Arthur Gideon pada 15 Okt 2019, 16:15 WIB
IHSG Ditutup Melemah ke 6.023,64

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan awal pekan ini. Investor asing jual saham Rp 544 miliar di pasar regular. 

Pada penutupan perdagangan saham Selasa (15/10/2019), IHSG ditutup di zona hijau dengan naik 31,29 poin atau 0,51 persen ke level 6.158,16. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga naik 0,55 persen ke posisi 959,73.

Sebanyak 214 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 180 saham melemah dan 153 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 532.681 kali dengan volume perdagangan 15,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,2 triliun.

Investor asing jual saham Rp 544 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.165.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, tiga sektor berada di zona merah. Sedangkan tujuh sektor berada di zona hijau.

Penguatan dipimpin oleh sektor industri dasar yang naik 2,81 persen. Diikuti oleh sektor manufaktur yang menguat 1,07 persen dan sektor barang konsumsi terdongkrak 0,46 persen.

Sementara saham-saham yang menguat antara lain IRRA yang naik 49,73 persen ke Rp 560 per saham, SLIS naik 24,60 persen ke Rp 785 per saham dan PYFA naik 23,60 persen ke Rp 198 per saham.

Saham-saham yang melemah antara lain PDES turun 17,54 persen ke Rp 1.105 per saham, ALKA turun 16,18 persen ke Rp 404 per saham dan INAF turun 9,36 persen ke Rp 1.210 per saham.

 

2 of 3

Sesuai Prediksi

IHSG Ditutup Melemah ke 6.023,64
Pengendara mobil dan sepeda motor melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Sebanyak 187 saham menguat dan 150 saham diam di tempat. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Gerak IHSG pada hari ini sesuai dengan prediksi analis. Sebelumnya, Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper menilai, penguatan indeks ditopang optimisme damai dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. 

Dari dalam negeri, IHSG diproyeksi ke zona hijau menunggu rilis data neraca dagang oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini. Menurutnya, indeks akan berkisar di level 6.071-6.184.

"Trend penguatan masih akan berlanjut dalam jangka pendek. Pergerakan juga masih akan dipengaruhi oleh sentimen global dan rilis data neraca perdagangan Indonesia," ujar dia dalam risetnya.

Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyebut IHSG dari sisi teknikal memang terindikasi konsolidasi.

Namun, peluang penguatan IHSG sedikit terbuka dengan support resistance yang diprediksi akan bergerak di rentang 6080-6170.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓