Begini Cara Atur Arus Kas Modal Usaha buat Pengusaha

Oleh Fitriana Monica Sari pada 15 Okt 2019, 18:00 WIB
Diperbarui 15 Okt 2019, 18:15 WIB
Ilustrasi uang

Liputan6.com, Jakarta Uang ibaratkan raja, terutama dalam menjalankan bisnis. Tanpa uang yang cukup, sangat mustahil suatu bisnis dapat berjalan ataupun berkembang.

Tak sedikit bisnis yang awalnya menuai sukses, tetapi akhirnya mengalami kebangkrutan karena kekurangan modal.

Selain karena faktor ketidakcukupan modal, kegagalan suatu bisnis juga dapat terjadi karena pemiliknya tak mampu mengelola arus kas (cash flow) dengan baik. Dengan kata lain, kas masuk tidak sesuai dengan kas keluar.

Bagi Anda yang saat ini sedang menjalankan bisnis atau berencana untuk menggeluti bisnis, belajarlah untuk mengatur cash flow sejak dini.

Berikut beberapa cara mengatur arus kas untuk modal udaha yang wajib diketahui para pengusaha muda yang bisa terapkan. Simak ulasannya, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Rancanglah Keuangan yang Tepat 

Segala sesuatunya bisa berjalan dengan baik dan lancar dengan perencanaan yang matang. Hal yang sama juga berlaku untuk arus kas usaha.

Buatkan perencanaan keuangan yang tepat sebelum memulai suatu bisnis. Mulai dari jumlah uang yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis, arus penggunaan uang, dan lain sebagainya.

Selain tepat, perencanaan keuangan juga harus dibuat dengan sangat mendetail. Berikan keterangan mengenai arus penggunaan uang tepat di samping kolom nama-nama pengeluaran.

Alhasil, Anda tahu ke mana saja uang atau modal usaha akan digunakan nanti. Pastikan perencanaan keuangan tidak berat sebelah pada pos-pos tertentu.

Tetapi harus direncanakan secara seimbang untuk semua jenis pos. Dengan demikian, masalah terhadap kekurangan modal pun dapat diminimalisir sebaik mungkin.

2 of 4

2. Buatkan Laporan Laba Rugi Setiap Bulan

Merencanakan Dana Pendidikan Anak Semudah Menggenggam Smartphone
Ilustrasi mengatur keuangan.

Setelah membuat perencanaan, buatkan pula yang namanya laporan laba rugi. Laporan ini berisi keuntungan dan kerugian yang diperoleh bisnis setelah beroperasi selama satu bulan.

Adanya laporan ini sangat membantu untuk mengetahui kesehatan finansial dari bisnis. Jika ternyata bisnis memperoleh kerugian dalam jumlah yang relatif besar, Anda bisa segera mengambil tindakan.

Sehingga hal ini tidak terulang kembali untuk bulan-bulan berikutnya. Tenang, pembuatan laporan laba rugi tidak sesulit apa yang dibayangkan.

Cukup dengan mengumpulkan transaksi, membuat jurnal, dan memindahkan transaksi ke buku besar, maka laporan laba rugi pun siap digunakan untuk bisnis.

3. Hindari Belanja Barang Berlebihan

Apabila bisnis yang dijalankan ada kaitannya dengan produksi, pastikan pembelian bahan baku selalu dalam jumlah yang tepat. Tujuannya untuk menghindari adanya biaya pembeliharaan demi mencegah kerusakan pada bahan baku yang sudah dibeli. 

Besar kecilnya biaya pembeliharaan akan dihitung dari banyak tidaknya barang yang disimpan di gudang. Semakin banyak barang, maka semakin besar pula biaya pemeliharaan yang harus dikeluarkan. Hal ini tentu saja akan menambah pengeluaran bisnis.

Maka dari itu, jelilah saat berbelanja. Jangan ragu untuk menggunakan bahan baku yang masih tersisa di gudang kalau memang masih bisa dipakai. Dengan demikian, pembelian bahan baku tidak mubazir dan pengeluaran pun dapat dihemat.

3 of 4

4. Hindari Berutang pada Pemasok

[Bintang] Usia 20 Beli Rumah
Ilustrasi hutang | Via: akmal13yuhniani.blogspot.com

Utang sangat berbahaya bagi kelangsungan bisnis di masa yang akan datang. Sesukses apapun suatu bisnis tapi bila jumlah utangnya terlalu berlebihan, maka keuntungan yang diperoleh tidak akan bisa dinikmati sampai kapan pun.

Saat menjalankan bisnis, cobalah untuk berutang secara proporsional terutama kepada pemasok atau produsen. Usahakan untuk membayar secara tunai apabila arus kas keuangan bisnis sehat.

Apabila keuangan sedang tidak sehat, berhutanglah tetapi dalam jumlah yang tepat. Tetapkan tanggal pembayaran hutang untuk memudahkan proses pelunasan.

Bayarkan utang tepat pada waktunya untuk menghindari adanya penumpukan utang yang berdampak negatif bagi aktivitas bisnis secara keseluruhan.

5. Bila Ada, Segera Tagih Piutang

Selain utang, bisnis juga akan dibumbui dengan adanya piutang dari konsumen. Terlebih lagi untuk bisnis yang bergerak dalam bidang perdagangan.

Agar piutang tidak menumpuk, cobalah menagih piutang ini secara rutin sama halnya seperti Anda membayar utang. Piutang yang berhasil ditagih bisa digunakan untuk berbagai hal.

Selain untuk mengembangkan bisnis dan membayar utang, piutang juga akan memudahkan Anda untuk mengetahui seberapa sehatnya keuangan bisnis saat ini.

Catat piutang secara jelas dan terperinci dalam satu buku khusus, yaitu buku piutang. Hindari menggabungkan catatan piutang dengan catatan kas lainnya untuk memudahkan proses pembukuan bisnis di akhir tahun nanti.

4 of 4

6. Lakukan Pemisahan Rekening Keuangan

Ilustrasi uang
Ilustrasi uang. Sumber foto: unsplash.com/rawpixel.

Bagi yang saat ini aktif menjalankan suatu bisnis, lakukan pemisahan rekening tabungan. Jadi antara rekening bisnis dan rekening pribadi sebaiknya dipisah untuk menghindari penggunaan modal usaha demi memenuhi kebutuhan pribadi. 

Selain itu, pemisahan seperti ini juga akan membantu dalam menganalisa kesehatan finansial bisnis. Jika dalam beberapa bulan terakhir keuangan tidak sehat, Anda bisa segera mengetahui letak kesalahannya.

Dengan demikian, arus keuangan pun bisa langsung diperbaiki. Agar cash flow semakin baik lagi, coba pisahkan rekening pengeluaran dan keuntungan setiap bulan.

Alhasil total keuntungan yang berhasil didapat dari bisnis bisa terlihat dengan jelas. Dan tentunya bisa dicek dengan mudah apabila terdapat perbedaan keuntungan antara bulan ini dan bulan lalu.

7. Gunakan Keuntungan untuk Mengembangkan Bisnis

Sebagai pebisnis, Anda pasti mau bisnis dapat berkembang pesat, bukan? Agar hal ini dapat terwujud, manfaatkan keuntungan yang diperoleh selama ini untuk mengembangkan bisnis.

Misalnya untuk menambah variasi produk, memperbesar lahan, atau membuka cabang bisnis baru di kota lain. Hindari memanfaatkan keuntungan bisnis untuk memenuhi kebutuhan atau keperluan pribadi. Hal ini dapat menyebabkan tidak stabilnya keuangan pada bisnis.

Bahkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan bisnis tidak berkembang atau bangkrut. Alokasikan sebagian keuntungan untuk ditabung.

Apabila kinerja bisnis mengalami penurunan di masa mendatang, setidaknya Anda mempunyai modal untuk mengembalikan kinerja yang sempat turun ini. Sehingga bisnis dapat tetap jaya sampai kapanpun.

Bangun Bisnis dengan Komitmen yang Kuat

Di samping upaya mengatur arus kas yang disebutkan di atas, Anda juga harus memiliki komitmen yang kuat saat menjalankan bisnis. Komitmen ini dapat meningkatkan daya fokus dalam mengelola cash flow untuk menjadi lebih aman. Adapun keinginan untuk menggunakan arus kas di luar kebutuhan bisnis dapat dicegah secepat mungkin, sehingga cash flow selalu dalam keadaan baik.

Lanjutkan Membaca ↓