Investor Asal Kanada Minat Investasi di Tol Cipali

Oleh Liputan6.com pada 14 Okt 2019, 18:41 WIB
Diperbarui 14 Okt 2019, 18:41 WIB
Tol Palimanan Arah Cikampek
Perbesar
Kendaraan yang didominasi pemudik melintasi Jalan Tol Cipali di kawasan Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (8/7). Diberlakukannya sistem satu arah atau one way menyebabkan jalur Trans Jawa dari arah Palimanan menuju Cikampek ramai lancar pada H+3 Lebaran. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengakui jika ada investor asal Kanada yang tertarik investasi di Tol Cikampek-Palimanan (Cipali).

Namun rencana ini belum secara resmi terlaksana mengingat masih ada beberapa kesepakatan yang belum tuntas. "Mereka akan masuk ke Cikampek-Palimanan tapi saya belum bisa umumkan karena belum official," kata Bambang di Kantornya, Senin (14/10/2019).

Secara nilai, Menteri Bambang tak menyebutkan besaran investasi yang dikucurkan perusahaan asal Kanada tersebut. Sebab, hal ini masih belum resmi dan masih sedang dalam proses.

"Itu belum jadi, saya nggak berhak karena kan itu swastanya, mungkin later mereka akan mengumumkan," jelas dia.

Menteri Bambang menyebut, pihaknya bersama Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) sempat berdiskusi dengan Kanada sejak tahun 2017. Diskusi soal rencana pendanaan proyek di Indonesia.

"Kami sudah ke Kanada dan ketemu dengan dana pensiun besar tapi memang mereka butuh waktu. Sekarang dia yakin bahwa iklim investasi menunjang mereka untuk masuk," tutur dia.

Sebelumnya, dikabarkan organisasi Canada Pensiun Plan Investment Board (CPIB) bersama PT Bhaskara Utama Sedaya (BUS) milik PT Astra Infra akan mengakuisisi 55 persen saham perusahaan Malaysia di Tol Cipali.

Malaysia memiliki Tol Cipali lewat konsorsium PT Lintas Marga Sedaya (LMS). Dalam konsorsium Malaysia lewat PLUS Expressway International Bhd memiliki 55 persen saham LMS.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Anggaran Infrastruktur Naik jadi Rp 419,2 Triliun di 2020

Sri Mulyani Mencatat, Defisit APBN pada Januari 2019 Capai Rp 45,8 T
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan bahwa jumlah anggaran pembangunan infrastruktur dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 mencapai Rp 419,2 triliun. Angka tersebut naik 4,9 persen dari alokasi anggaran infrastruktur 2019 sebesar Rp 399,7 triliiun.

"Untuk infrastruktur tahun depan, yang naik tajam adalah jalan. Tahun 2020 targetnya naik dua kali lipat," kata Sri Mulyani, dalam Konferensi Pers RAPBN 2020 di Jakarta, Jumat (16/8).

Menteri Sri Mulyani merincikan pada 2020 pembangunan jalan ditargetkan hingga 837 kilometer (Km), naik lebih dari dua kali lipat dari pembangunan jalan 2019 yang hanya sepanjang 406 Km.

Selain menambah pembangunan jalan, pembangunan jembatan juga masih dilakukan. Tahun ini pemerintah merencakan pembangunan jembatan dengan total panjang 6,9 kilometer.

"Akselerasi pembangunan infrastruktur sebagai pendukung transformasi industrialisasi dalam merespons revolusi industri keempat," kata dia.

Bendahara negara itu menambahkan, guna melengkapi akses transportasi jalur darat pemerintah juga akan melanjutkan pembangunan jalur kereta api dengan total panjang 238,8 Km.

Pembangunan jalur kereta api itu tercatat lebih kecil dibanding pembangunan jalur kereta api yang tahun 2019 ditargetkan sepanjang 269,45 Km.

Adapun infrastruktur lain yang akan dibangun yakni tiga bandara baru, 49 bendungan, serta 5.224 unit rusun dan 2.000 rumah khusus untuk masyarakat berpendapatan rendah

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait