Kebanyakan Bakar Uang, Startup WeWork Merugi dan Gagal IPO?

Oleh Athika Rahma pada 15 Okt 2019, 10:00 WIB
Diperbarui 15 Okt 2019, 10:15 WIB
Ini daftar Start Up terkaya versi Sillicon Alley

Liputan6.com, Jakarta - Maraknya usaha yang melakukan model bisnis "bakar uang" untuk menggaet hati pelanggan mungkin tidak terlalu bagus untuk masa depan perusahaan. Contohnya, start up asal Amerika, WeWork yang mengalami gagal melakukan initial public offering alias IPO baru-baru ini.

Mengutip laman Fortune, Selasa (15/10/2019), analis mengungkapkan, hal ini bisa jadi sinyal berakhirnya era perusahaan dengan model bisnis "bakar uang", dan ini sedang menimpa perusahaan yang disuntik dana oleh SoftBank ini.

Menurut data Crunchbase, SoftBank telah menyuntik dana ke start up WeWork hingga USD 10,4 miliar. Investasi terakhir dari SoftBank mencapai USD 2 miliar.

"Setidaknya, ada USD 10 miliar hingga USD 11 miliar yang SoftBank investasikan di WeWork," ujar Analis Riset Ekuitas Teknologi di Jefferies, Atul Goyal.

Valuasi WeWork disebut-sebut turun dari USD 47 miliar menjadi hanya USD 10 miliar. Analis mengatakan, SoftBank akan rugi jika valuasi start up tersebut turun di bawah USD 10 miliar.

2 dari 2 halaman

Habiskan Rp 9,8 Triliun Untuk Promosi dengan Bakar Uang

Demi Buktikan Siapa Paling Kaya, Pria-Pria Ini Bakar Uang
Ilustrasi Membakar Uang (pixabay.com)

WeWork sendiri sudah menghabiskan uang hingga USD 700 juta atau sekitar Rp 9,8 triliun per kuartalnya untuk promosi dengan model bakar uang.

Dalam nota tertanggal 29 September 2019 yang direkomendasikan Ahli Strategi Ekuitas di Morgan Stanley, Michael Wilson, tercatat bahwa kegagalan WeWork untuk melantai di bursa mungkin pertanda awal untuk perusahaan yang gemar bakat duit dan belum menikmati untung hingga sekarang. Kasus tersebut dilaporkan pernah terjadi dalam 20 tahun terakhir.

Kasus pertama, kegagalan pembelian terutang United Airlines pada Oktober 1989. Kedua, peleburan AOL dan Time Warner pada tahun 2000 yang menjadi pertanda berakhirnya era bisnis dot com. Ketiga, diambilalihnya bank investasi Bear Stearns oleh JP Morgan tahun 2008.

WeWork sendiri berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 1.000 hingga 3.000 karyawan, atau 10 hingga 25 persen dari total karyawannya.

Meski diisukan akan bangkrut, Co-CEO WeWork Artie Minson dan Sebastian Gunningham menyatakan, penundaan IPO adalah karena perusahaan ingin fokus pada bisnis inti.

Lanjutkan Membaca ↓