Menko Luhut: Kendaraan Listrik Wajib Serap Komponen Lokal

Oleh Arthur Gideon pada 11 Okt 2019, 14:22 WIB
Konvoi Kendaraan Listrik Sambut Formula E 2020

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa produksi kendaraan listrik wajib menyerap bahan lokal misalnya karet untuk komponen.

"Bahan mobil maunya buatan dalam negeri, agar karet bisa kita suplai ke pabriknya," kata Luhut kepada media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Jumat.

Terkait dengan aturan, Luhut mengatakan fokus mengenai Perpres mobil listrik untuk dikawal, sebab harus ada subsidi mobil listrik yang berdampak memberikan kenyamanan buat investor.

Terkait kemajuan teknologi, ia menjelaskan bahwa ada tawaran untuk pengembangan teknologi mobil listrik agar produksi baterai, mesin dan chargingnya bisa berada di dalam negeri.

"Kalau produksi bisa benar di dalam negeri, nanti juga bisa disuplai biodiesel untuk serapan operasional produksinya, itu berdampak baik bagi ekonomi," kata Luhut.

Senada dengan Luhut, sebelumnya Kementerian Perindustrian mengincar investasi sektor industri baterai kendaraan listrik yang diproyeksi akan semakin tumbuh dan berkembang di dalam negeri.Hal ini seiring implementasi Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

“Apalagi di dalam regulasi tersebut, mendorong pengoptimalan konten lokal, yang sekaligus nantinya untuk meningkatkan daya saing dan memperdalam struktur industri kita,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

 

2 of 3

Industri Pendukung

Konvoi Kendaraan Listrik Sambut Formula E 2020
Konvoi sepeda motor listrik jelang jadwal pelaksanaan balap mobil listrik atau Formula E 2020 di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (20/9/2019). Formula E terkenal sebagai ajang balap mobil listrik di jalanan perkotaan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Menurut Menperin, salah satu hal penting dalam percepatan industri kendaraan listrik adalah penyiapan industri pendukungnya sehingga mampu meningkatkan nilai tambah industri di dalam negeri. Misalnya, penyiapan industri Power Control Unit (PCU), motor listrik dan baterai.

“Umumnya, produksi baterai akan sejalan dengan proses perakitannya. Memang butuh beberapa tahap. Saat ini, kita sudah punya industri bahan bakunya, kemudian kita akan siapkan industri battery cell-nya. Jadi, perlu investasi,” paparnya.

Berdasarkan catatan Kemenperin, perkembangan investasi di Indonesia untuk sektor industri yang akan memproduksi baterai kendaraan listrik hanya tinggal satu tahap lagi yang dibutuhkan, yaitu investasi industri battery cell.

Tahapan lainnya seperti mine concentrateserta refinery and electrochemical production telah ada investasi masuk di Kawasan Industri Morowali (IMIP) di Sulawesi Tengah.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by