Riset UI: Tokopedia Membuat Harga Produk 21 Persen Lebih Murah

Oleh Liputan6.com pada 10 Okt 2019, 21:07 WIB
Tokopedia Berdampak Positif Kepada Perekonomian Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Hasil riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) di 2019, melaporkan Tokopedia memberikan pengaruh besar pada perekonomian Indonesia. Terutama melalui kolaborasi yang selama ini terjadi antara para penjual, pembeli dan para mitra bisnis Tokopedia.

Wakil Direktur LPEM FEB UI, Kiki Verico, menyampaikan dari hasil riset populasi pengguna Tokopedia, menyatakan e-commerce ini membuat harga 21 persen lebih murah. Tidak hanya itu, Tokopedia juga membuat 79 persen pembeli menjadi lebih paham tentang produk investasi digital.

"Saat ini, sudah ada 90 juta pengguna aktif yang mengunjungi Tokopedia setiap bulannya, artinya 1 dari 3 masyarakat Indonesia sudah mengakses Tokopedia," kata dia dalam acara di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Kiki menyampaikan populasi penjual di Tokopedia jberkembang pesat. Pada 2018, tercatat sebanyak 5 juta pengguna yang berperan sebagai penjual. Kemudian pada 2019, populasi penjual naik menjadi 6,4 juta.

Para penjual di Tokopedia sebesar 86,55 persen merupakan pedagang baru dan 94 persen termasuk dalam kategori ultra mikro atau enjualan dengan omzet di bawah Rp100 juta per tahun.

“Dari sisi pemberdayaan ekonomi, Tokopedia juga terbukti mampu meningkatkan penjualan hingga 22 persen. Beberapa daerah di luar Jawa, kenaikannya bahkan sangat signifikan. Gorontalo misalnya mencapai 55,09 persen, Jambi 41,88 persen, Sulawesi Utara 36,67 persen, Kalimantan Timur 35,71 persen, Lampung 34,27 persen,” tambahnya.

Transaksi pun terjadi lintas wilayah Indonesia. Hampir 90 persen transaksi yang terjadi di kawasan Indonesia Timur, berasal dari Barat 56 persen dan Tengah 33 persen. Sedangkan transaksi yang terjadi di Indonesia Tengah, berasal dari Barat 54 persen dan Timur 11 persen.

Riset LPEM FEB UI juga menyebutkan bahwa Tokopedia membuat para pengusaha mikro, kecil, dan menengah yang berada di daerah bisa membeli bahan baku produksi dengan harga lebih murah.

Para konsumen produktif itu sebagian besar berada di luar Pulau Jawa. Antara lain di Bengkulu 54,5 persen, Sulawesi Tenggara 53,85 persen, Gorontalo 46,15 persen, Nusa Tenggara Barat 46,15 persen, dan Maluku 45,45 persen.

Sampai dengan 2018, transaksi Tokopedia telah berhasil menembus angka Rp 73 triliun. Nilai ini diperkirakan naik menjadi Rp 222 triliun pada 2019 atau setara dengan 1,5 persen perekonomian Indonesia.

Untuk dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2018, Tokopedia telah berkontribusi sebesar Rp 58 triliun, yang diprediksi akan meningkat menjadi Rp 170 triliun di 2019.

Kontribusi ekonomi langsung dari Tokopedia ini tidak hanya terjadi di pulau Jawa. Namun juga turut berkontribusi besar dalam menggerakan perekonomian daerah, seperti di Sulawesi Utara Rp 160 miliar, Aceh Rp 262 miliar, Kalimantan Timur Rp 933 miliar, Sumatera Utara Rp 2,79 triliun, dan Bali Rp 822 miliar.

Selain dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia, hasil riset dari LPEM FEB UI ini juga menemukan bahwa Tokopedia juga turut menambah total pendapatan rumah tangga sebesar Rp19,02 triliun, yang setara dengan peningkatan pendapatan sebesar Rp441 ribu untuk setiap angkatan kerja Indonesia.

 

2 of 2

Penjual Aktif Tokopedia Bisa Ciptakan 1.136 Juta Lapangan Kerja Merata

Tokopedia Berdampak Positif Kepada Perekonomian Indonesia
CEO & Co-Founder Tokopedia, William Tanuwijaya saat kemberikan paparan kepada media di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Dalam kesempatan tersebut membahas dampak Tokopedia terhadap perekonomian Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pengaruh Tokopedia terhadap perekonomian Indonesia tak lepas dari jumlah lapangan kerja yang berhasil diciptakan. Selama 2018, Tokopedia juga telah berhasil menciptakan 857 ribu lapangan kerja baru, dari penjual aktif Tokopedia yang berada Aceh sampai Papua.

Jumlah ini setara dengan 10,3 persen dari total lapangan pekerjaan baru untuk Indonesia pada tahun 2018. Sebanyak 309 ribu di antaranya bahkan menjadikan Tokopedia sebagai sumber penghasilan utama.

Persebaran lapangan kerja tersebut antara lain di DKI Jakarta 207.117 lapangan kerja, Jawa Barat 172.348 lapangan kerja, Jawa Timur 112.488 lapangan kerja), Sumatera Utara 21.746 lapangan kerja, Bali 25.699 lapangan kerja, Sulawesi Selatan 7.194 lapangan kerja, dan Nusa Tenggara Barat 3.001 lapangan kerja.

Jumlah lapangan pekerjaan yang tercipta berkat kehadiran Tokopedia diprediksi akan meningkat jadi 1.136 juta pekerjaan pada 2019 ini.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓