Gunung Dukono Erupsi, Penerbangan di Maluku Utara Terganggu

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 10 Okt 2019, 11:57 WIB
20160412-pesawat terbang

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas penerbangan di beberapa bandara di Maluku Utara pada Kamis ini terganggu akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara yang menyemburkan abu vulkanik.

Beberapa lapangan udara yang menghentikan kegiatan penerbangan tersebut antara lain Bandara Gamarmalamo Galela dan Bandara KuabangKao di Pulau Halmahera, serta Bandara Pitu di Pulau Morotai.

Kepala Unit (Kanit) Aviation Security (Avsec) Bandara Pitu Rusdi Slamet mengatakan, pihaknya telah mendapat Notice To Airmen (NOTAM) untuk menyetop layanan penerbangan sementara waktu.

"Hari ini mungkin belum bisa dapat kepastian dari maskapai, karena informasi dari maskapai NOTAM-nya sudah keluar," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Bandara Pitu, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Kamis (10/10/2019).

"Kalau informasinya mereka bilang kita lagi nunggu, stand by, maka kita stand by," dia menegaskan.

 

2 of 3

Masyarakat Sudah Biasa

Abu Vulkanik Gunung Dukono
Hujan Abu Dukono Setinggi 1.000 Meter Ancam Halmahera Utara. (Liputan6.com/Hairil Hiar)

Masyarakat Maluku Utara sendiri terlihat sudah akrab dengan aktivitas alam seperti ini. Selain erupsi gunung merapi, warga lokal juga telah terbiasa dengan adanya goyangan bumi atau gempa.

Lebih lanjut, Rusdi mengabarkan, ada satu penerbangan dengan rute Morotai-Ternate-Manado yang harus dibatalkan. Dia memperkirakan, penerbangan itu baru bisa dibuka kembali pada pukul 11.00 WIT Jumat besok.

Tak hanya di Pulau Morotai, ia menyampaikan, kegiatan penerbangan di dua lapangan udara di Pulau Halmahera juga harus dihentikan sementara.

"Kalau di Halmahera Utara ada di (Bandara) Gamarmalamo Galela. Ada (Bandara) KuabangKao juga. Tapi kita belum tahu Kuabangkao, karena kita cuaca ini cuaca alam. Jadi posisi angin ke mana kita belum tahu.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓