Perancangan Terminal 4 Soetta Makan Waktu Setahun, Ini Alasannya

Oleh Athika Rahma pada 09 Okt 2019, 17:25 WIB
Bermain Bola di Proyek Perluasan Landasan Pacu Bandara Soetta

Liputan6.com, Jakarta - PT Angkasa Pura II (AP II) akan membangun terminal 4 Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) pada tahun 2021. Perancangan desain terminal menjadi penyebab utama kenapa pembangunan baru dimulai dua tahun yang akan datang.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menyatakan, setidaknya ada beberapa konsep yang harus difiksasi terlebih dulu setelah pemenang tender desain ditentukan.

"Ada conceptual design, basic design dan detail engineering design. Yang paling lama itu conceptual design," ujarnya di Tangerang, Rabu (09/10/2019).

Awaluddin menjelaskan, conceptual design menampung seluruh kebutuhan stakeholder, mulai dari operator maskapai, Direktorat Jenderal Bea Cukai, Direktorat Jenderal Imigrasi, hingga penumpang dan pemerhati layanan udara. Tentunya, menyelaraskan beragam kepentingan tidak bisa mengandalkan sekali atau dua kali pertemuan.

Oleh karenanya, AP II sebagai operator bandara tidak bisa bekerja dan memutuskan hasil sendiri.

"Tidak bisa sepihak, mau itu Low Cost Carrier (LCC) atau Full Service Carier, itu akan dirumuskan, sehingga saya katakan pada tim kalau ini akan jadi proyek khusus. Kalau sudah benar-benar final akan dikunci dalam kesepakatan, jadi tidak ada yang mengubah-ubah di tengah jalan," tuturnya.

 

2 of 2

Desain Dasar

20160809-Pengoperasian Perdana Terminal 3 Bandara Soetta-Tangerang
Aktivitas pekerja dan calon penumpang di ruang tunggu Terminal 3 Ultimate, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (9/8). Seperti diketahui sekitar pukul 00.01 WIB, terminal 3 resmi beroperasi. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Setelah conceptual design selesai, maka tahap selanjutnya, basic design, mulai berbicara tentang berapa luas ideal terhadap rasio kebutuhan pergerakan pesawat, proyeksi jumlah penumpang, rasio kelayakan luasan ruangan, apakah akan dibangun 1, 2 atau 3 lantai, alur kedatangan dan keberangkatan baik domestik maupun internasional dan lainnya.

Jika basic design sudah mantap, selanjutnya masuk detail engineering design, dimana anggaran biaya, volume, luasan yg berdampak ke biaya hingga sistem smart building bandara akan dibahas.

Kemudian, setelah proses perancangan desain selesai, maka akan masuk tahap lelang tender yang tenggat waktunya mencapai 6 bulan.

"Sehingga kalau 12 bulan design, 6 bulan tender itu, kan, sudah masuk tahun 2021, lalu kita bisa mulai konstruksi," tutup Awaluddin.

Lanjutkan Membaca ↓