Bandara Dikelola Asing, Ini Tanggapan Dirut AP II

Oleh Athika Rahma pada 09 Okt 2019, 14:20 WIB
Bandara Komodo Labuan Bajo

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa waktu lalu, tersiar kabar bahwa pemenang lelang proyek pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo adalah konsorsium yang terdiri atas perusahaan swasta nasional dengan asing.

Beragam respon terlontarkan atas hal ini. Wakil Presiden Jusuf Kalla sendiri menyatakan pengelolaan bandara melibatkan perusahaan asing akan membawa banyak keuntungan, termasuk mendatangkan banyak wisatawan.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin juga turut berkomentar soal ini. Dirinya menyebut, pelibatan asing dalam pengelolaan bandara sudah biasa terjadi.

"Biasa aja, memang harus sudah begitu, saya rasa di situ pola kompetisi terjadi bagaimana membawa kebaikan di masing-masing layanan di bandara sehingga bisa memuaskan pelanggan," ujarnya di Tangerang, Rabu (09/10/2019).

Menurut Awaluddin, saat ini pengembangan bisnis harus fokus ke service based competition, alias berlomba-lomba memberi layanan yang terbaik demi pelanggan. Percuma jika infrastruktur hebat namun pelayanan lemah, tentu tidak akan diterima pelanggan.

Awaluddin kemudian mencontohkan, kerjasama dengan Astra Digital dalam menyediakan layanan digital untuk mobilisasi pelanggan dari dan ke bandara merupakan contoh service based competition.

"Contohnya, sekarang kami meningkatkan customer experience dengan bekerja sama dengan Astra Digital. Jadi orang tidak perlu repot-repot cari tempat parkir untuk mobil tinggal pakai CariParkir, tidak perlu repot cari bus tinggal pakai Sejalan dan Movic," ungkapnya.

2 of 3

Pemenang Lelang Operator Bandara Komodo Diumumkan Pekan Ini

Presiden Jokowi meninjau rencana pengembangan Bandara Komodo setibanya di Labuan Bajo, NTT. Rabu (10/7/2019)
Presiden Jokowi meninjau rencana pengembangan Bandara Komodo setibanya di Labuan Bajo, NTT. Rabu (10/7/2019).(Liputan6.com/ Lizsa Egeham)

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan finalisasi proses lelang pengelolaan Bandara Internasional Komodo. Pengelolaan Bandara yang terletak di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur tersebut akan menggunakan skema KPBU.

"Kami menjelang finalisasi suatu proses KPBU yang kita lakukan untuk Labuan Bajo," kata dia, di Acara 'Market Sounding Proyek Bandara Singkawang," di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (7/10).

Meskipun demikian, mantan Dirut Angkasa Pura II ini masih enggan membeberkan konsorsium yang berhasil lolos dalam lelang Bandara Komodo.

"Pemenang kemungkinan adalah kolaborasi swasta nasional dan swasta internasional," lanjut Budi.

Namun yang pasti, kata dia, pengumuman pemenang lelang pengelolaan Bandara Komodo akan dilakukan dalam waktu dekat. Tentunya setelah proses finalisasi rampung.

Sebelumnya, santer dikabarkan, pemenang lelang yakni konsorsium alias perusahaan patungan antara perusahaan Singapura, Changi Aiports International Pte Ltd dan perusahaan Indonesia PT Cardig Aero Service

"Ya nanti waktu pengumuman tahu berapa yang lolos. Mungkin 10 atau 11 Oktober," ujar dia.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓