Kementerian BUMN Klaim Aktivitas Ekonomi di Wamena Sudah Normal

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 09 Okt 2019, 12:59 WIB
Listrik di Wamena

Liputan6.com, Jakarta - Kerusuhan besar sempat terjadi di Wamena, Papua pada 23 September lalu. Kasus ini berawal dari adanya massa yang berunjuk rasa, yang kemudian berbuntut pada pengrusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas umum.

Pasca kerusuhan, Menteri BUMN Rini Soemarno beserta sejumlah pejabat tinggi lainnya coba melakukan kunjungan ke Wamena pada Selasa (8/10/2019) kemarin guna memastikan situasi di sana telah aman serta kondusif.

Staf Khusus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro yang juga turut hadir dalam kesempatan tersebut mengabarkan, aktivitas perekonomian di Wamena kini sudah kembali berjalan dengan normal.

"Kemarin pas kita ke sana udah jalan kayak biasa. Toko-toko udah pada buka," ungkap Wianda saat berbincang dengan Liputan6.com di Pulau Dodola, Maluku Utara, Rabu (9/10/2019).

 

Namun, ia mengatakan, masih banyak warga pendatang yang kembali ke tempat asalnya dan belum berpulang ke Wamena hingga saat ini.

"Mungkin yang sekarang masih pulang tuh yang kayak ke Makassar. Tapi nanti mungkin akan kembali lagi," ucap dia.

Adapun hingga 9 Oktober ini, pemerintah beserta sejumlah BUMN sudah memberikan bantuan untuk memperbaiki infrastruktur di Wamena. Seperti yang dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN, yang telah memulihkan 100 persen jaringan listrik di sana.

2 of 4

Wamena Bangkit, Aliran Listrik Telah Pulih 100 Persen

Pengungsian Wamena
Ratusan orang pengungsi terdampak kerusuhan Wamena, Kabupaten Jawawijaya, berada di dalam sebuah gedung serbaguna milik TNI di wilayah Sentani, Jayapura.

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan, aliran listrik di Kota Wamena telah pulih 100 persen. Selain itu, dia meyakini kondisi di wilayahnya telah semakin kondusif yang ditandai dengan warga yang kembali beraktivitas.

"Saya sudah mendapat laporan lengkap dari PT PLN. Dengan pemulihan listrik, kini fokus pemerintah kabupaten merenovasi rumah dan kantor pemerintah yang rusak dan terbakar akibat kerusuhan lalu," kata Jhon lewat keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Selasa (8/10/2019).

Meski aliran listrik sudah kembali normal, konsumsi listrik yang digunakan belum maksimal karena masih banyak rumah dan kantor yang rusak belum diperbaiki sehingga suplai listrik belum dimanfaatkan.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B ) Ari Dartomo mengatakan, pekerjaan pemulihan terdiri dari gardu, jaringan tegangan menengah (JTM) serta jaringan tegangan rendah (JTR) yang sudah kembali beroperasi seluruhnya.

"Menurut catatan, sebanyak 142 gardu, 180 kms JTM dan 336 kms JTR telah beroperasi kembali. Perbaikan terakhir dilakukan di lokasi Hom-hom, sekitar 4 km dari pusat kota," terang Ari.

Untuk diketahui, daya listrik di Wamena mencapai 6,5 MW dengan beban puncak saat ini kurang lebih 4,7 MW. Jumlah ini akan meningkat seiring dengan kembali normalnya aktivitas di kota tersebut.

3 of 4

1.000 Pelanggan Belum Teraliri

Rusuh Wamena
Pengungsi Wamena yang dievakuasi dengan pesawat Hercules ke Jayapura. (Liputan6.com/Katharina Janur)

Total dari 21.800 pelanggan listrik di Wamena, diketahui masih terdapat 1.000 pelanggan yang belum kembali teraliri listrik. Sebab, bangunan milik mereka masih mengalami kerusakan akibat kerusuhan.

"Jadi bangunannya perlu perbaikan terlebih dahulu sebelum kembali dinyalakan. Dan kami bersyukur kondisi kelistrikan di Wamena telah pulih. Terima kasih kerja keras para petugas di lapangan serta bantuan dari anggota TNI dan Polri atas pengamanannya," ucap Ari menandasi.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓