Rahasia Industri Makanan dan Minuman Tumbuh Subur di Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 08 Okt 2019, 13:22 WIB
Diperbarui 08 Okt 2019, 19:16 WIB
Ilustrasi – Toko modern atau mini market. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Jakarta - Industri makanan dan minuman (mamin) menjadi salah satu paling diminati di Indonesia. Pertumbuhannya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono menyebutkan industri makanana dan minuman menjadi sektor yang tumbuh paling tinggi dibanding industri lainnya.

"Makanan dan minuman tumbuh lebih tinggi. Historical data lima tahun terakhir paling tinggi dari sektor lain, rata-rata 8 sampai 9 persen pada lima tahun terakhir," kata dia dalam acara Workshop Pendalaman Kebijakan Industri, di Padang, Selasa (8/10/2019).

Dia optimis industri ini dapat tumbuh hingga double digit jika terus diupayakan untuk berkembang. Salah satunya dengan penerapan industri 4.0 yang sudah mulai digaungkan di Tanah Air.

Adapun faktor yang mendorong suburnya industri makanan minuman adalah karena mudahnya akses memperoleh bahan baku. Sebagian besar bahkan hampir semua komponen industri ini dapat diperoleh dari dalam negeri.

"Mamin ini merupakan sektor yang mempunya nilai tambah paling tinggi karena seluruh komponen bahan bakunya sebagian besar dari dalam negeri," ungkapnya.

 

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 of 3

Mendongkrak Nilai Tambah

Pasar Makanan Berbuka Puasa di Bangladesh
Pedagang kaki lima Bangladesh menjajakan makanan untuk berbuka puasa di pasar tradisional di Dhaka pada 10 Mei 2019. Seperti jutaan muslim di seluruh dunia, muslim Bangladesh berpuasa setiap hari selama bulan Ramadan dengan tidak makan dan minum dari subuh hingga petang. (MUNIR UZ ZAMAN/AFP)

Dia menjelaskan, penggunaan komponen dalam negeri otomatis dapat mendongkrak nilai tambah dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Nilai tambah dari bahan baku dan input lainya dimana bahan baku menjadi share terbesar dari nilai tambah, kalau nilai tambah semakin besar maka pertumbuhan ekonominya juga akan semakin besar," jelasnya.

Selain itu, industri mamin saat ini juga didominasi oleh Industri Kelas Menengah (IKM) yang merupakan salah satu tulang punggung roda pertumbuhan ekonomi nasional.

"IKM menjadi priorotas bagi kita semua tidak hanya menjadi trigger (pemicu) pertumbuhan paling tinggi tapi juga penyerapan tenaga kerja paling besar," tutupnya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓