Terapkan 6 Langkah Bijak Saat Dikritik Atasan

Oleh Fitriana Monica Sari pada 10 Okt 2019, 08:30 WIB
Ilustrasi Bos

Liputan6.com, Jakarta Setiap orang pasti pernah menuai kritikan. Entah itu kritikan yang membangun ataukah sebaliknya. Lalu, pernahkah kamu dikritik oleh atasan? Bagaimanapun itu, kritikan yang dilayangkan pasti ada sebabnya.

Hindarilah sikap penolakan atas kritikan. Kamu harus tetap bersikap profesional ketika sedang diberi kritikan dalam berbagai bentuknya. Ini dia beberapa cara bijak menyikapinya, sebagaimana dikutip dari Swara Tunaiku!

1. Mendengarkan

Bersikap bijak memang tidak mudah. Ciri orang bijak adalah mendengarkan terlebih dahulu orang yang mengajak bicara. Sebelum lawan bicara berhenti berbicara, janganlah memotongnya.

Jadi, lebih baik dengarkan atasanmu terlebih dahulu, meskipun sedang mengomentari hasil kerjamu atau sikapmu.

Dengarkan terlebih dahulu dengan baik agar mengerti arah pembicaraan dan poin apa saja yang dikritisi. Melalui cara ini, kamu tidak akan salah paham dan tetap sopan.

Sikap mendengarkan ini berarti menunjukkan sikapmu yang menghormati atasan dan bisa jadi membuatnya menjadi respect kepadamu.

2. Mengontrol Reaksi

Siapa bilang mengontrol emosi itu mudah. Akan tetapi, bukan soal mudah atau sulitnya melakukan hal itu. Kamu harus tetap melakukannya demi kebaikanmu di masa berikutnya. Ketika dikritik oleh atasan, kamu harus tetap mengontrol reaksi agar tetap tenang dan jangan tersulut emosi. 

Meskipun tidak terima dengan perkataan yang menyinggung, terimalah dengan kepala dingin dan penuh kesabaran. Bagaimanapun, sikapmu harus dijaga ketika berhadapan dengan atasan. Sepanjang hal tersebut masih wajar dan tidak mengandung unsur kekerasan, kamu harus menahan diri dan tidak memberikan reaksi negatif.

2 of 3

3. Memahami

Ilustrasi bos di kantor (istimewa)
Ilustrasi bos di kantor (istimewa)

Proses memahami kritikan dari atasan memang tidak mudah karena terdapat berbagai tipe atasan dalam memberikan komentar. Jadi, usahakan untuk tetap berusaha menerima apa yang dibicarakan atasan agar memahami maksudnya.

Setelah mendapatkan poin-poin tersebut, tanyakan jika ada beberapa hal yang belum dipahami. tanyakan dengan kalimat yang sopan setelah atasan selesai bicara. Jangan sampai kamu justru membela diri ataupun menyinggung atasan.

4. Fokus dan Positive Thinking

Tips berikutnya adalah tetap fokus dan berpikir positif. Fokus adalah suatu sikap yang menguntungkanmu dalam memahami suatu perlakuan. Meskipun mendapatkan kritikan, kamu harus tetap fokus memahami perkataan atasan.

Setelah kembali bekerja, kamu juga harus tetap fokus memperbaiki diri dan kinerja agar bisa memenuhi harapan atasan.

Kecenderungan untuk berpikir negatif juga merupakan sifat dasar manusia ketika mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan, termasuk kritikan.

Sikap tidak terima karena direndahkan atau tersinggung atas kritikan atasan sangat berpengaruh pada penilaian bahwa atasan itu kejam. 

Persepsi seperti itu harus dihilangkan. Bagaimanapun cara menyampaikan kritikannya, ambillah sisi positif bahwa atasanmu ingin membuatmu lebih baik lagi dan bersedia untuk mengintrospeksi diri.

3 of 3

5. Minta Maaf

Ilustrasi minta maaf
Ilustrasi minta maaf. (iStock)

Apabila kritikan tersebut datang karena kinerjamu atau sikapmu yang kurang baik, minta maaflah kepada atasan dengan sopan. Sampaikanlah bahwa kamu sangat menyesal dengan ketidaknyamanan tersebut dan akan berusaha menjadi lebih baik lagi ke depannya. Jangan lupa, berikan pembuktian atas janji perubahan tersebut sebagai bentuk keseriusanmu bekerja.

6. Evaluasi Diri

Proses evaluasi diri harus dilakukan setelah mendapatkan kritikan dari atasan. Proses ini merupakan salah satu cara untuk membuktikan janji akan bekerja lebih baik lagi. Jagalah sikap dan kinerjamu selama bekerja untuk memberikan yang terbaik ke perusahaan.

Evaluasi diri ini diawali dari sikap, kompetensi, dan hasil pekerjaan. Jadi, ketahuilah kelemahanmu dan cobalah untuk meningkatkannya menjadi lebih baik. Jika demikian, dedikasimu akan meningkat dalam bekerja.

Seseorang memang cenderung melakukan pembelaan jika dikritik, terlebih jika kritikannya pedas atau berupa tuntutan berlebihan. Perasaan yang sensitif akibat dikritik juga akan menimbulkan reaksi tak terkontrol.

Berbagai reaksi defensif ini harus dihindari dan kembangkan beberapa sikap di atas agar bisa mengontrol emosi. Kamu perlu ketenangan untuk mengatasi semuanya.

Lanjutkan Membaca ↓