Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat ke 6.081,07

Oleh Septian Deny pada 07 Okt 2019, 09:14 WIB
IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada pembukaan saham Senin pagi ini. Posisi rupiah di angka 14.153 per dolar AS.

Pada pra pembukaan perdagangan, Senin(7/10/2019), IHSG naik 16,48 poin atau 0,27 persen ke level 6.077,74. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG melanjutkan penguatan dengan naik 19,14 poin atau 0,32 persen ke 6.081,07.

Sementara itu, indeks saham LQ45 juga naik 0,34 persen ke posisi 945,70. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona hijau.

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.083,58 dan terendah di 6.077,02.

Sebanyak 145 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 38 saham melemah dan 135 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 15.775 kali dengan volume perdagangan 517,3 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 149,1 miliar.

Investor asing beli saham Rp 8,53 miliar di total pasar dan posisi rupiah di angka 14.153 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, tiga sektor berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor industri dasar yang turun 0,23 persen. Diikuti oleh sektor aneka industri turun 0,18 persen dan sektor manufaktur turun 0,10 persen.

Sementara sektor yang menguat antara lain lain sektor infrastruktur naik 0,60 persen, sektor keuangan naik 0,48 persen dan sektor pertambangan naik 0,42 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain SLIS melonjak 69,57 persen ke Rp 195 per saham, ARTO naik 24,64 persen ke Rp 2.630 per saham, dan FILM naik 17,54 persen ke Rp 268 per saham.

Sementara saham-saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain SOSS yang turun 9,5 persen ke Rp 324 per saham, ALTO turun 5,21 persen ke level Rp 364 per saham dan AMIN turun 4,29 persen ke Rp 312 per saham.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 of 3

Dibayangi Sentimen Global, IHSG Diramal Bergerak Terbatas

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Suasana di salah satu ruangan di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak positif pada hari ini di pasar saham. Indeks masih dipengaruhi sejumlah sentimen global.

Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan, kepungan sentimen eksternal membuat penguatan indeks hanya akan bersifat sementara.

"Investor kini percaya bahwa dengan data ekonomi US yang melambat justru menjadi signal bagi The Fed untuk melanjutkan pemangkasan suku bunga untuk menstabilkan ekonomi US," tuturnya di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Di tengah spekulasi, pihaknya memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang support 6.030-6.046 dan resistance 6.077-6.092.

Setali tiga uang, secara teknikal Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya melihat IHSG berpeluang berlabuh ke zona hijau. Kisaranya, diprediksi bergerak 6.002 - 6.241.

"Mengawali pekan dengan penantian rilis data perekonomian, IHSG berpotensi menguat," ujarnya.

Adapun saham perbankan di pasar saham menurutnya laik untuk dikoleksi. Itu seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), serta saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM).

Sementara itu, Dennies menganjurkan investor agar memboyong saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓