Pemerintah Dorong Masyarakat Gunakan Internet dengan Bijak

Oleh Fitriana Monica Sari pada 05 Okt 2019, 19:15 WIB
Diperbarui 05 Okt 2019, 20:16 WIB
Ilustrasi Internet

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait kembali menggaungkan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi melalui Siberkreasi Netizen Fair 2019. Ini merupakan gerakan sinergis yang mendorong pengguna internet (netizen) di Indonesia dalam menggunakan internet secara lebih bijak dan bertanggung jawab.

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Adita Irawati mengatakan, diperlukan netizen yang pintar yang bisa menyebarkan informasi yang berdasarkan fakta yang akurat dan terverifikasi.

 

"Netizen pintar adalah individu yang mampu menyaring sebaran informasi dan melakukan cek-ricek untuk informasi yang ada sebelum dibagikan. Atau tidak perlu sama sekali dibagikan," ujar dia di Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Adita menegaskan, pihaknya membuat konten informatif melalui konsep dan visualisasi yang optimal, sehingga menjangkau target yang hendak dituju.

"Kami berupaya untuk memilah mana konten yang layak untuk disebarkan dan mana yang tidak secara selektif. Tujuannya menghindari miskomunikasia dan segala yang bisa digeneralisir ke arah negatif," ungkap Adita.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 of 3

Tangkal Konten Negatif

Internet of Things (IoT)
Ilustrasi Internet of Things (IoT). (Doc: Wired)

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara mengatakan, gerakan ini merupakan inisiatif multistakeholders yang terdiri dari kementerian, akademisi, komunitas, media dan juga private sector. Selain itu, Siberkreasi ini memberikan pemahaman baru tentang literasi digital yang dirasa masih kurang dimengerti masyarakat.

"Literasi digital sangat penting, karena tingkat pengetahuan masyarakat masih belum baik. Pasalnya, era digital ini sangat cepat dan sulit dibendung informasinya," ungkap dia.

Rudiantara mengatakan, hidup di era digital memudahkan kita untuk mendapatkan, berbagi, hingga mengolah berbagai informasi. Meskipun memudahkan kita dalam berinteraksi satu sama lain akibat mudahnya arus informasi di era digital, membuat banyak pihak harus menghadapi berbagai tantangan yang muncul di era ini.

Menanggapi konten negatif, Rudiantara mengatakan, rentannya penyebaran konten negatif melalui internet berupa hoax, cyberbullying, dan online radicalism. Untuk itulah Siberkreasi muncul sebagai gerakan nasional berupaya untuk menanggulangi hal-hal tersebut dengan melakukan literasi digital.

"Melalui Siberkreasi, kita mendorong netizen Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam menyebarkan konten positif secara konsisten di dunia maya. Sehingga dengan memanfaatkan perkembangan teknologi ini kita bisa berkembang dan produktif di dunia digital," imbuhnya.

Rudiantara pun mendukung langkah Siberkreasi menyebarkan literasi digital sekaligus menjadi suatu kegiatan positif yang membuat masyarakat menjadi lebih tahu dan mengerti dalam menggunakan internet secara bertanggung jawab.

“Berbagai macam informasi bisa kita dapatkan di media sosial, baik yang positif maupun yang negatif. Untuk itu dibutuhkan literasi digital agar masyarakat luas mampu memilih dan memilah konten serta memerangi info hoak, hate speech dan berita negatif lainnya.

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by