Dapat Pendanaan, Bukalapak Kini Bernilai Lebih dari Rp 35,3 Triliun

Oleh Athika Rahma pada 04 Okt 2019, 14:28 WIB
Bukalapak

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukalapak.com, salah satu e-commerce besar di Indonesia, berhasil mendapatkan pendanaan dari raksasa media PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek) dan Shinhan Financial Group Co asal Korea Selatan.

Berkat pendanaan tersebut, kini Bukalapak memiliki nilai pasar lebih dari USD 2,5 miliar atau sekitar Rp 35,3 triliun (asumsi kurs Rp 14.132).

Mengutip laman Bloomberg, Jumat (4/10/2019), sebelumnya, start up yang berbasis di Jakarta ini mengumumkan akan memangkas 10 persen jumlah pegawai pada bulan lalu, demi meningkatkan profitabilitas.

Bukalapak, yang juga ditopang Ant Financial dari China dan GIC Pte dari Singapura, ini awalnya bernilai USD 2 miliar atau Rp 28,2 triliun.

"Kami telah membuat banyak perubahan internal dari awal tahun ini," ujar Chief Strategy Officer Bukalapak Teddy Oetomo.

"Kami ingin mencapai keseimbangan yang tepat antara pertumbuhan bisnis, keberlanjutan jangka panjang, dan dampak positifnya bagi Indonesia.”

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 of 2

Indonesia Potensial bagi Pelaku Bisnis E-Commerce

Bukalapak
Pusat riset dan pengembangan Bukalapak di Bandung (liputan6.com/Agustinus M.Damar)

Belakangan, Indonesia telah bertransformasi menjadi pasar yang diperebutkan bagi para pelaku bisnis e-commerce.

Menurut studi Google, Temasek Holdings Pte dan Bain & Co., potensi pasar e-commerce di Indonesia meningkat dari USD 21 miliar di tahun 2019 menjadi USD 82 miliar di tahun 2025 mendatang.

Riset firma iPrice Group mengungkapkan, Bukalapak menjadi aplikasi belanja online terpopuler setelah Tokopedia dan Shopee, dilihat dari jumlah pengguna aktif di kuartal 2 tahun 2019.

Oetomo menyatakan, saham Bukalapak sebagian besar dimiliki oleh orang Indonesia dan akan tetap seperti itu.

Didirikan oleh 3 mahasiswa teknik di Jakarta pada tahun 2010, e-commerce ini memiliki lebih dari 70 juta pengguna aktif, lebih dari 4 juta penjual dan 2 juta kios mom-and-pop (ibu dan bayi) di seluruh Indonesia.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by