IHSG Dibuka Tertekan ke 6.128,17

Oleh Arthur Gideon pada 02 Okt 2019, 09:15 WIB
Awal 2019 IHSG

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada pembukaan saham Rabu pagi ini. Posisi rupiah di angka 14.210 per dolar AS.

Pada pra pembukaan perdagangan, Rabu (2/10/2019), IHSG turun 13,80 poin atau 0,22 persen ke level 6.124,44. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG melanjutkan pelemahannya dengan turun 9,29 poin atau 0,16 persen ke 6.128,17.

Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,24 persen ke posisi 958,38. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona merah.

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.133,33 dan terendah di 6.122,98.

Sebanyak 100 saham menguat tetapi tak mampu mengangkat IHSG ke zona hijau. Sedangkan 105 saham melemah sehingga menekan IHSG. Di luar itu, 118 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 27.417 kali dengan volume perdagangan 1,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 302 miliar.

Investor asing jual saham Rp 15 miliar di total pasar dan posisi rupiah di angka 14.210 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG sebagian besar berada di zona merah. Sektor industri dasar turun 0,35 persen dan mencetak penurunan terbesar. Kemudian kontruksi yang melemah 0,30 persen dan aneka industri turun 0,31 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain ARTO melonjak 24,71 persen ke Rp 1.690 per saham, SKYB naik 21,18 persen ke Rp 103 per saham, dan PSDN naik 14 persen ke Rp 179 per saham.

Sementara saham-saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain AHAP yang turun 9,52 persen ke Rp 76 per saham, NZIA turun 6,90 persen ke level Rp 685 per saham dan ALTO turun 4,72 persen ke Rp 362 per saham.

 

2 of 3

Prediksi Analis

Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan terkoreksi di pasar saham. Indeks rawan tertekan pada rentang 6.100-6.176.

Head of Research PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menuturkan, IHSG akan cenderung fluktuatif dengan potensi bergerak negatif. Momentum ini dapat dioptimalkan dengan melakukan aksi beli.

"Secara teknikal, kami memproyeksi indeks akan bergerak negatif rentan menguji support dengan support resistance 6.100-6.176," tuturnya di Jakarta, Rabu (2/10/2019). 

Seirama, Vice President PT Artha Sekuritas Frederik Rasali mengungkapkan IHSG akan dibukukan ke zona merah pada perdagangan saham hari ini.

Menurutnya, indeks akan bergerak melemah di level support 6.108-6.123 dan resistance 6.165-6.192.

"Kondisi politik dalam negeri juga masih menjadi faktor penahan IHSG," ujarnya.

Sejumlah saham yang dapat dipertimbangkan investor menurutnya ialah saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), serta saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Sementara itu, Lanjar menganjurkan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Surya Citra Media Televisi Tbk (SCMA), hingga saham PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP).

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by