Akademisi IPB: Mentan Amran Bapak Mekanisasi Pertanian

Oleh Reza pada 01 Okt 2019, 14:28 WIB
Kementan

Liputan6.com, Jakarta Dosen Departemen Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB), Rahmat Pambudi menyarankan agar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dijadikan sebagai Bapak Mekanisasi pertanian. Menurut dia, peranan Amran selama ini sangat sentral, terutama dalam mengambil kebijakan dan keputusan yang tepat dan terukur.

"Apalagi beliau mampu meningkatkan kapasitas produksi beras hingga mengalami kecukupan yang luar biasa. Karena itu, saya pribadi mengusulkan agar pak Amran dijadikan sebagai bapak mekanisasi pertanian," kata Rahmat, Selasa (1/10).

"Usulan itu saya kira tepat karena didalam meningkatkan produksi beras peran beliau sangat fundamental. Artinya beliau berhasil melakukan introduksi, diseminasi dan operasionalisasi peralatan tanam panen seperti planters, combine harvester dan traktor padi modern yang sangat intensif."

Rahmat mengatakan, Mentan Amran juga berkontribusi besar pada perluasan area sawah dengan gagasan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI). Program pemanfaatan lahan tak terpakai ini, kata dia, sukses menghadirkan produksi beras nasional hingga melebihi kapasitas gudang bulog.

"Beliau selama lima tahun ini dengan tekun terus melakukan ekstensifikasi pencetakan sawah besar besaran yang diimbangi dengan perbaikan sarana irigasi, pembuatan embung dan waduk. Ini menurut saya sangat tepat karena sesuai dengan road map swasembada dan Indonesia lumbung pangan dunia," katanya.

Selain itu, Rahmat mengapresiasi program penanggulangan kekeringan yang dilakukan secara baik, cepat dan tanggap. Kata dia, penanggulangan itu diantaranya menyiapkan pompanisasi dan membangun bak penampung air.

"Program penanggulangan kekeringan dengan pemanfaatan pompanisasi sangat tepat karena membantu petani untuk terus berproduksi. Di samping itu, saya mengapresiasi pemerintah karena mengembangkan sumber lahan pangan baru seperti pasang surut, lahan rawa, dan lahan kehutanan," katanya.

Menurutnya, keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan produksi beras juga tak lepas dari dukungan para peneliti handal yang menyediakan benih unggul bersertifikat.

"Mereka (para peneliti) dengan tekun terus mengembangkan benih padi baru, tahan cekaman kekeringan, lahan asam dan berbagai jenis padi unggul baru yang mampu berkembang dengan baik," katanya.

Rahmat menambahkan, kecerdasan Amran dalam menerapkan pertanian 4.0 juga tak bisa dipungkiri karena terbukti mampu menambah daya gedor produksi melalui tangan generasi muda. Di samping itu, sosok Amran juga sangat berpengaruh dalam membangun komunikasi kerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Bersama BPS, Kementan mampu memperbaiki data lahan, padi dan pendataan perberasan. Yang lebih membanggakan lagi, dia menerapkan asuransi bagi petani yang gagal panen," tukasnya.

 

(*)