Tujuan Pegadaian Gandeng 10 BUMN Kolaborasi Kembangkan Bisnis

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 30 Sep 2019, 18:15 WIB
Diperbarui 30 Sep 2019, 18:15 WIB
PT Pegadaian (Persero).
Perbesar
PT Pegadaian (Persero).

Liputan6.com, Jakarta PT Pegadaian (Persero) bekerjasama dengan 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk membuka peluang baru dalam pengembangan bisnis.

Direktur Utama Kuswiyoto Pegadaian mengatakan, Pegadaian berinisiatif mengajak BUMN berkolaborasi pada sektor pemasaran dan penjualan produk. Adapun BUMN tersebut yakni, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Selular Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk.

Kemudian PT Finarya (LinkAja), PT Sang Hyang Sari (Persero), PT Asuransi Jasindo (Persero), Perum Produksi Film Negara, PT BGR (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan Perum Bulog.

"Kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi kami dalam membangun BUMN yang kuat, efisien, dan kompetitif dalam era disrupsi bisnis 4.0. Melalui kolaborasi ini, kami dapat membangun nilai tambah pada produk dan layanan kami sebagai BUMN," kata Kuswiyoto di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Dia menjelaskan, kolaborasi antara Pegadaian dan 10 BUMN tersebut meliputi pemanfaatan sumber daya, produk, layanan dan pengembangan jaringan untuk jasa serta produk unggulan.

Kerja sama tersebut juga didukung masing-masing perusahaan terafiliasi dengan anak-anak usaha. Melalui kolaborasi ini, setiap perusahaan dapat memanfaatkan kapasitas dan kapabilitas dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bisnis masing-masing perusahaan.

"Saya yakin sekali, dengan kita kolaborasi ini akan lebih enak mencapai target dari BUMN," tuturnya.

‎Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini mengungkapkan, dengan adanya kolaborasi antara Pegadaian, Telkomsel, dan Telkom, dapat mengoptimalkan potensi sumber daya ketiga perusahaan.

"Kolaborasi ini akan menjadi sebuah wadah dalam memberikan kontribusi positif bagi negara. Karena kami akan mengoptimalkan potensi sumber daya kami," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Pegadaian Gandeng 10 BUMN Genjot Penjualan Produk

PT Pegadaian (Persero) berinisiatif mengajak sepuluh BUMN untuk berkolaborasi di sektor pemasaran dan penjualan produk. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Kolaborasi antara Pegadaian dan sepuluh BUMN tersebut meliputi pemanfaatan sumber daya, produk, layanan dan pengembangan jaringan untuk jasa serta produk unggulan. Kerja sama tersebut juga didukung masing-masing perusahaan terafiliasi dengan anak-anak usaha.

Perusahaan-perusahaan yang digandeng Pegadaian, yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Selular Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk, PT Finary (LinkAja), dan PT Sang Hyang Seri (Persero).

Selain itu, Pegadaian juga menandatangani MoU dengan PT Asuransi Jasindo (Persero), Perum Produksi Film Negara, PT BGR (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan Perum Bulog.

Dirut PT Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, sinergi korporasi perusahaan milik negara yang digagas Kementerian BUMN makin meningkatkan nilai tambah untuk kepentingan negara dan masyarakat. Untuk itu PT Pegadaian (Persero) makin intensif melakukan kolaborasi dengan sejumlah BUMN seiring tren sharing economy di era disrupsi.

"Kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi kami dalam membangun BUMN yang kuat, efisien, dan kompetitif dalam era disrupsi bisnis 4.0. Melalui kolaborasi ini, kami dapat membangun nilai tambah pada produk dan layanan kami sebagai BUMN," kata Kuswiyoto di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (30/9).

Melalui kolaborasi ini, tegas Kuswiyoto, setiap perusahaan dapat memanfaatkan kapasitas dan kapabilitas dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bisnis masing-masing perusahaan sehingga dapat mewujudkan One Family, One Nation, One Vision to Excellence.

Mewakili BUMN, Plt. Dirut Jasindo Sahata L. Tobing mengatakan, kerja sama ini merupakan wujud upaya perusahaan-perusahaan BUMN untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan nilai tambah pelayanan.

"Dapat kerja sama dan saling mengisi dalam menjalankan sebuah bisnis baru," kata dia.

Dia pun mengharapkan kerja sama ini juga memungkinkan kerja dalam pemanfaatan teknologi guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. "Teknologi yang selama ini sudah ada, bisa disatukan dalam satu jaringan sehingga bisa saling menggunakan," ungkapnya.

"Harapan kita itu bumn juga bisa saling memperkenalkan BUMN-BUMN lain. Sehingga BUMN dapat bernilai tambah untuk BUMN lain, dan yang paling penting bagi masyarakat," tegasnya.

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait