Avtur Mahal, Wings Air Tutup 7 Rute Penerbangan

Oleh Arthur Gideon pada 29 Sep 2019, 13:45 WIB
Diperbarui 01 Okt 2019, 13:13 WIB
Wings Air. (Fiki/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Lion Air Group menutup tujuh rute anak usahanya, Wings Air karena dinilai merugi. Salah satu penyebab kerugian itu adalah harga bahan bakar yang sangat mahal.

“Wings Air mulai 3 Oktober memang menutup tujuh rute itu sampai informasi lebih lanjut,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dikutip dari Antara, Minggu (29/9/2019).

Tujuh rute tersebut adalah:

- Batam (BTH) – Tanjung Pinang (TNJ)

- Kepulauan Riau, Palu (PLW) – Morowali (MOH)

- Sulawesi Tengah, Palu (PLW) – Ampana (OJU)

- Sulawesi Tengah, Kupang (KOE) – Rote (RTI)

- Nusa Tenggara Timur, Manado (MDC) – Kao (KAZ)

- Maluku Utara, Manado (MDC) – Naha (NAH)

- Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara dan Manado (MDC) – Melanguane (MNA)

- Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Danang menyebutkan sebab penutupan tersebut dipengaruhi karena harga avtur yang tinggi, sehingga menyebabkan biaya operasional membengkak.

Besarnya biaya operasional ini, lanjut Danang, paada akhirnya berpengaruh kepada harga tiket Wings Air yang menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat setempat terhadap harga jual tersebut.

“Walaupun memang statusnya tidak melebihi tarif batas atas, katakanlah tarif batas atas Rp 1.000, kita biasa jual Rp 300-400, tapi karena ada kenaikan jadi Rp 600-700, ini menyebabkan keterisian enggak optimal,” katanya.

 

2 dari 3 halaman

Tingkat Keterisian

Wings Air
Wings Air (Wikipedia)

Tingkat keterisian saat ini, kata dia, di bawah 50 persen, karena itu daripada terus merugi, pihaknya memilih menutup rute hingga harga avtur kembali membaik.

“Di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, avtur terjangkau mampu menciptakan dan mempengaruhi harga biaya operasional dan harga jual terjangkau terkait dengan daya beli kedua pasarnya bagus,” katanya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓