Militer Australia Puji Fasilitas Bandara Manado

Oleh Ratu Annisaa Suryasumirat pada 28 Sep 2019, 12:30 WIB
Diperbarui 29 Sep 2019, 12:15 WIB
TNI Australia di Manado

Liputan6.com, Jakarta - Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia telah memasang fasilitas Instrument Landing System (ILS) di Bandara Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara. Fasilitas ILS ini dipastikan tak kalah canggih dengan yang ada di bandara lainnya di Asia Tenggara, bahkan dunia.

 Tentara Royal Australian Air Force (RAAF) yang tengah berlatih di Bandara Sam Ratulangi pun mengakui hal ini.

“Setara dengan semua tempat lainnya yang kita pernah kunjungi. Kita datang ke sini sudah siap, sudah punya berbagai pengalaman yang kita dapat dari berlatih di landasan-landasan lain di Asia Tenggara,” tutur Squadron Leader dan Senior Engineering Officer RAAF, Dominic Pace di  Bandara Sam Ratulangi, Manado, seperti ditulis Sabtu (28/9/2019).

“Dan ketika kami sampai di sini kami menemukan bahwa semua peralatan yang kita butuh ada di sini,” imbuhnya.

Dominic mengatakan, para teknisi di Manado juga memiliki keahlian yang luar biasa baik. Meski sistem pengoperasian bandara di Manado berbeda dengan di Australia, dia mengaku hal itu tidak berarti tak berstandar internasional. 

Dia pun akan dengan senang hati kembali ke Manado untuk berlatih bila diundang lagi oleh TNI AU.

“Kita sudah pernah beroperasi di sini, dan nanti kita juga bisa beroperasi di sini lagi kalau diundang tentunya,” dia mengakhiri.

 

 

2 dari 3 halaman

Kontur Tanah Menantang

Bandara Sam Ratulangi
PT Angkasa Pura I telah melakukan antisipasi lonjakan arus mudik jalur udara di Bandara Sam Ratulangi. (Liputan6.com/Yoseph Ikanubun).

Di sisi lain, Flight Lieutenant dan Air Traffic Control RAAF Samantha Lorenz menjelaskan, kontur tanah Manado yang berbukit membuat latihan memandu pesawat untuk mendarat jadi menantang.

Dia pun memuji desain ILS yang dimiliki Manado karena sangat membantu dalam pendaratan.

“Bisa menjaga keselematan pesawat dari kontur tanah. Jadi anda ingin bisa mendarat dengan selamat, karenanya mencoba untuk membuat itu (sistem ILS) dan memastikannya aman untuk digunakan oleh semua pilot mungkin adalah hal tersulit untuk dilakukan di tempat seperti ini,” ungkap Samantha.

Sebelumnya, General Manager AirNav Indonesia cabang Bandara Internasional Sam Ratulangi Danan Suseno menyatakan, kontur tanah berbukit Manado seringkali membuat pilot kesulitan.

Namun, adanya ILS akan membuat pendaratan jadi lebih mulus. Bahkan dalam cuaca buruk sekalipun.

“Pilot akan dituntun pada arah landasan pacu yang bagus. Dalam hal ini dia tidak melenceng kanan-kiri, dia tidak terlalu tinggi, tidak terlalu rendah. Settingannya sudah ada sedemikian,” jelas Danan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓