Harga BBM di Wamena Tembus Rp 80 Ribu per Liter Usai Kerusuhan

Oleh Liputan6.com pada 27 Sep 2019, 12:00 WIB
Diperbarui 28 Sep 2019, 08:16 WIB
BBM di Ayamaru Utara Papua

Liputan6.com, Jakarta Harga bensin eceran di pinggiran jalan di pusat Kota Wamena di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, melonjak hingga Rp 60.000, dari Rp 20.000 menjadi Rp 80.000 per liter.

Hal ini karena persediaan yang terbatas, usai sebagian besar penjual bahan bakar minyak (BBM) eceran tutup akibat kerusuhan yang terjadi di wilayah tersebut.

Pejabat Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan Jayawijaya, Arisman Chaniago, mengatakan kenaikan harga terjadi tanpa petunjuk pemerintah. Kenaikan harga terjadi karena tempat pengisian BBM tutup. Termasuk pengusaha bapok juga belum membuka tempat usaha mereka.

"Kalau ada harga yang mencapai Rp 100.000 per liter di Kota Wamena itu harga yang ditetapkan oleh oknum dan kami dari Disnaker akan tindak tegas dengan pencabutan surat izin," katanya seperti dikutip dari Antara, Jumat (27/9/2019).

Tidak hanya itu, harga sayur di sejumlah tempat juga dilaporkan naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 30.000 per ikat. Pemerintah mengharapkan pedagang tidak mengambil kesempatan dengan peristiwa tersebut untuk menaikkan harga kebutuhan pokok.

"Kami sampaikan kepada para pedagang untuk membuka kios-kios yang masih ditutup untuk melayani kebutuhan masyarakat. Dan kami akan melakukan pemantauan harga," katanya.

Berdasarkan pantauan, beberapa toko, kios penyedia bapok di pusat Kota Jayawijaya Papua mulai dibuka setelah tiga hari tutup. Sementara untuk penjual BBM jenis solar dan bensin eceran, belum banyak yang buka

2 dari 2 halaman

Kelistrikan Wamena Baru Pulih 40 Persen Pasca Aksi Massa

20170621-PLN Berikan Diskon Biaya Penyambungan Tambah Daya-Antonius
Petugas PLN. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) mulai memulihkan sistem kelistrikan di kota Wamena. Ini setelah dua hari pasca aksi massa yang terjadi di wilayah tersebut.

General Manager PLN UIWP2B Ari Dharmono mengatakan, sampai Kamis (26/9/2019) malam, kurang lebih 40 persen jaringan distribusi telah beroperasi dengan daya 3,5 Mega Watt (MW) yang dapat disalurkan ke pelanggan. Hal ini bertambah dari hari sebelumnya 1,5 MW.

"Hingga siang ini kami sudah mulai memulihkan pasokan listrik di 3 jalan utama di Wamena, yaitu Jl. Yos Sudarso, Jl. Bhayangkara dan Jl Irian," kata Ari di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Dengan pasokan listrik yang mulai pulih mencakup Kodim 1702 Jayawijaya, Batalyon Infanteri 765, Polres Jayawijaya, RSUD Wamena, Bandar Udara Wamena, AURI, Kantor Cabang BRI, Kantor Cabang Mandiri dan Hotel Baliem Pilamo.

"Seluruh penyulang telah bertegangan, namun masih belum pulih total. Kami akan lakukan perbaikan bertahap untuk jaringan, menunggu istruksi aparat keamanan," tambah dia.

Saat ini, PLN dibantu oleh Brimob dan Batalyon 765 yang pengamanan di pembangkit pembangkit.

Sebanyak 45 personel yang terdiri dari pegawai PLN dan mitra kerja diterjunkan, untuk membantu pemulihan sistem kelistrikan di lokasi tersebut. Tim juga membawa beberapa peralatan yang diperlukan untuk pemulihan dan sarana komunikasi.

Terdapat beberapa penyulang yang masih belum bisa dinyalakan karena jaringan masih mengalami kerusakan. PLN masih terus berjaga dan mengupayakan pelayanan kelistrikan dengan memaksimalkan penyulang yang masih beroperasi.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memulihkan pasokan listrik secepatnya, namun tetap memprioritaskan keamanan dan keselamatan petugas," tandasnya.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓