Menhub Bakal Cek Kondisi Bandara Wamena yang Terdampak Kerusuhan

Oleh Liputan6.com pada 24 Sep 2019, 15:15 WIB
Ruang tunggu Bandara Wamena. (Liputan6.com / Katharina Janur)

Liputan6.com, Jakarta Bandara di Wamena, Papua, hingga saat ini masih belum beroperasi. Penutupan ini dilakukan sampai situasi di daerah tersebut benar-benar dalam kondisi yang kondusif.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, sejauh ini memang belum ada laporan terkait situasi perkembangan bandara di Wamena.

Namun, dia mengaku segera bertolak langsung ke Wamena untuk memastikan kondisi bandara tersebut. "(Bandara) Wamena masih closed, tapi besok hari Jumat saya akan ke sana," kata dia di Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Sebelumnya, operasional Bandara Wamena, Senin (23/9) dihentikan sementara akibat demo anarkis yang terjadi di ibu kota Kabupaten Jayawijaya.

Kepala Bandara Wamena Joko Harjani mengakui operasional bandara ditutup sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penghentian operasional bandara dilakukan sekitar pukul 10.30 WIT dengan menerbangkan tiga pesawat kargo yang sebelumnya berada di Bandara Wamena.

"Saat ini sudah tidak ada pesawat di bandara," kata Joko seraya menambahkan, bandara akan dibuka bila ada permintaan dari pihak kepolisian atau militer.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 of 2

Kapolri: Situasi Wamena dan Jayapura Sudah Terkendali

Ilustrasi Wamena
Ilustrasi Wamena. (Google Maps)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan situasi di Wamena dan Jayapura saat ini relatif terkendali. Pihaknya telah menambah sejumlah pasukan untuk ditempatkan di sejumlah titik rawan lokasi tersebut.

"Tak perlu kita sebutkan berapa jumlahnya. Yang jelas kita perkuat pengamanan di sana," ujar Tito di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Tito menyatakan, saat ini masih banyak warga pendatang di Papua yang mengungsi di kantor-kantor aparat keamanan seperti polres atau kodim. 

"Kita berusaha jamin keamanan mereka. Kita sedang rawat yang sakit dan meninggal," jelasnya.

Pihaknya berupaya memberikan bantuan kepada mereka yang terluka. "Kita juga sudah laporkan ke Kemenko untuk segera rekontruksi dan rekonsiliasi," jelasnya.

Tito Karnavian menyakini ada yag mendesaikan kerusuhan di Jayapura dan Wamewa untuk rusuh. Aksi rusuh ini dilakukan dalam rangka menarik media yang paralel dengan even dunia di Jenewa dan New York.

Tonton Video Ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓