Seluruh Sektor Tertekan, IHSG Melemah ke 6.244,47

Oleh Arthur Gideon pada 19 Sep 2019, 16:15 WIB
Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis pekan ini. Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona merah. 

Pada penutupan perdagangan saham Kamis (19/9/2019), IHSG melemah 32,16 poin atau 0,51 persen ke level 6.244,47. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga melemah 0,91 persen ke posisi 982,79.

Sebanyak 267 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 137 saham menguat dan 145 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 488.495 kali dengan volume perdagangan 14,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,5 triliun.

Investor asing jual saham Rp 536,67 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.060.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona merah. Pelemahan terdalam dialami sektor perkebunan yang turun 1,44 persen. Kemudian disusul sektor pertambangan yang turun 1,19 persen dan sektor aneka industri turun 1,19 persen.

Saham-saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain PANI yang turun 17,89 persen ke Rp 101 per saham, DIGI turun 14,82 persen ke Rp 1.695 per saham dan GLOB turun 13,58 persen ke Rp 420 per saham.

Sementara saham-saham yang menguat antara lain VINS naik 34,65 persen ke Rp 136 per saham, GHON naik 18,52 persen ke Rp 1.600 per saham dan DART naik 16,35 persen ke Rp 370 per saham.

2 of 2

Prediksi Analis Meleset

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Gerak IHSG pada hari ini tidak sesuai dengan prediksi para analis. Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak ke teritori positif menjelang rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia Kamis ini.

Vice President PT Artha Sekuritas Frederik Rasali memprediksi, indeks akan diperdagangkan pada kisaran support 6.222-6.250 dan resistance 6.291-6.304.

Sementara itu, investor akan mengamati (wait and see) terkait keputusan RDG Bank Indonesia pada hari ini. "Investor akan menanti penetapan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia," tuturnya di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Setali tiga uang, Analis PT Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat menilai IHSG akan bergerak menghijau menunggu keputusan the Federal Reserve (The Fed). 

Menurutnya, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan kembali menurunkan suku bunga acuannya pada akhir pertemuan FOMC hari Rabu atau Kamis dini hari nanti.

"Investor terlihat wait and see sampai Federal Reserve mengakhiri pertemuan kebijakannya Rabu di mana para pejabat diperkirakan akan menurunkan suku bunga lagi," ujarnya.

"Sehingga kami proyeksikan IHSG akan kembali menguat dengan support resitance 6250-6315," lanjut dia.

Lanjutkan Membaca ↓