Pertamina Tutup Sumber Tumpahan Minyak di Laut Karawang

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 18 Sep 2019, 16:46 WIB
Aksi Teatrikal Terkait Pencemaran Minyak di Karawang

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) masih melakukan penanganan kebocoran gas dan tumpahan minyak dari Sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang berlokasi di Lepas Laut Jawa Barat, Karawang.

Vice President Relations Pertamina Hulu Energi Ifki Sukarya mengatakan, hingga saat ini, penanganan masih dilakukan untuk tiga aspek, yaitu pengendalian sumur, penanganan di laut dan penanganan di darat.‎ PHE terus berkordinasi dengan pihak-pihak terkait, sehingga proses penanganan saat ini dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

“Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan memberikan update informasi data yang diperlukan sesuai dengan prosedur. Karena itu kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah membantu penanganan ini,” kata Ifki, di Jakarta, Rabu (18/9/2019.

Ifki menambahkan, penyampaian informasi dan data selalu dilakukan secara berkala dan terbuka sesuai dengan prosedur baik melalui media massa maupun media informasi korporat seperti website.

“Kami terus menyampaikan update harian mengenai penanganan peristiwa ini melalui website phe.pertamina.com. Dari website tersebut, masyarakat umum dapat mengakses langsung data dan informasi yang sudah disediakan. Hal itu diluar informasi yang juga kami sampaikan melalui media massa sehingga jangkauannya lebih luas,” paparnya.

PHE menargetkan sumur YYA-1 yang mengalami kebocoran gas dapat ditutup pada awal Oktober 2019, saat ini penangan kebocoran dan tumpahan minyak masih dilakukan.

‎Insident Commander Proyek YYA-1 PHE Taufik Adityawarman mengatakan,‎ upaya yang dilakukan untuk menutup sumur YYA-1 adalah dengan membuat sumur baru dengan kedalaman 9.030 feet, saat ini pengeboran yang dilakukan sejak 1 Agustus 2019 saat ini sudah mencapai kedelaman 6.936 feet.

"Kebocoran belum ditangani karena relief well targetnya di 9.030," kata Taufik.

 

2 of 3

Proses Pengeboran

Pencemaran di Pesisir Utara Karawang
Tumpahan limbah minyak mentah mencemari pesisir pantai utara Karawang. Akibatnya selain warna air laut berubah, bau tak sedap juga tercium di pantai Cemarajaya hingga Sedari, Kecamatan Cibuaya, Karawang. (Liputan6.com/ Abremana)

Menurut Taufik, penutupan sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) bisa selesai pada 8 Oktober 2019, dia berharap proses pengeboran berjalan sesuai dengan harapan.

‎"Ada rencana, kalau semua berjalan lancar. Sebelum 8 Oktober sumur akan kita tutup. Apabila proses itu bisa lebih cepat," tuturnya.

Sumur baru untuk menurut sumur YYA-1 adalah Relief Well YYA-1RW. Alat bor (Rig) ini berdiri sekitar 1 kilometer dari anjungan YY, tempat sumur YYA-1 berada.

‎Sebelumnya diinformasikan, Rig Jack Up Soehanah sudah berada di sekitar lokasi relief well YYA-1RW pada tanggal 27 Juli 2019. Kegiatan mobilisasi rig ini dilakukan bersamaan dengan dilakukannya survey geohazard dan geotechnical, sehingga tidak ada waktu tunggu.

Begitu juga dengan proses pre load bisa langsung dilakukan begitu Marine Survey Waranty diperoleh. Sementara itu beberapa pekerjaan persiapan bisa dilakukan secara simultan, sehingga dapat mempercepat waktu tajak dua hari dari rencana awal.

Untuk melakukan pengerjaan tersebut, PHE ONWJ menggandeng Boots & Coots, perusahaan berpengalaman di bidang pengendali sumur yang telah terbukti sukses menangani hal yang sama antara lain peristiwa di Teluk Meksiko.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by