Kemenhub: Pesawat Milik PT Carpediem Aviasi Hilang Kontak di Papua

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 18 Sep 2019, 14:35 WIB
Ilustrasi

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan bahwa pesawat DHC6 REG PK-CDC Flight milik PT Carpediem Aviasi Mandiri mengalami hilang kontak atau lost contact pada Rabu siang. Pesawat tersebut berangkat dari Bandar Udara Mozes Kilangin Timika menuju Bandar Udara Ilaga pukul 01.36 utc.

Pesawat tersebut mengalami lost contact pada pukul 01.54 utc yang seharusnya sampai di Ilaga pukul Time 02.09 utc dengan muatan cargo. Pesawat milik PT Carpediem Aviasi Mandiri itu dipiloti Capt Dasep Sobirin, Flight Officer (FO) Yudra Tutuko, dan EOB, Ujang Suhendar.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan, Kemenhub telah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Basarnas, Airnav, Pangkalan Udara (Lanud) Yohanis Kapiyau dan juga operator penerbangan untuk mencari titik lokasi keberadaan dari pesawat tersebut.

Polana telah memerintahkan Kepala Kantor Otoritas Udara Wilayah X untuk aktif memonitor perkembangan lebih lanjut.

“Kami berharap pesawat yang mengalami lost contact segera dapat ditemukan dan mengimbau kepada para maskapai penerbangan khususnya yang beroperasi di daerah Papua untuk mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan,” tegas dia. 

2 of 2

Pesawat Angkut 1.700 Kg Beras Hilang Kontak di Papua

20160412-pesawat terbang
Ilustrasi pesawat terbang lepas landas dari bandara.

Sebuah pesawat kargo hilang di Papua. Pesawat tersebut membawa beberapa kru dan penumpang serta membawa kargo beras.

Pelaksana Tugas kepala Dinas Perhubungan Papua Yan Purba menjelaskan, pesawat berangkat dari Bandara Mozes Kilangin Timika pukul 10.39 WIT. 

Pesawat tersebut dijadwalkan mendarat di Ilaga pada pukul 11.29 WIT.

"Tapi sampai saat ini pesawat belum mendarat di Bandara Aminggaru, Kabupaten Ilaga," jelas dia Rabu (18/9/2019).

Penumpang dan kru yang ada di dalam pesawat adalah Dasep, Yudra, (FO), ( EOB) Ujang, Baharada Hadi. Pesawat tersebut membawa cargo beras seberat 1700 Kg.

Lanjutkan Membaca ↓