Karhutla Tak Ganggu Produksi Sumur Migas Kampar Milik Pertamina

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 18 Sep 2019, 12:15 WIB
Kebakaran Hutan

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyatakan, kondisi kegiatan produksi minyak dan gas bumi (migasi) di wilayah operasi PHE Kampar berjalan normal, meski telah terdapat titik api akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

VP Relation PT Pertamina Hulu Energi, Ifki Sukarya mengatakan, saat ini kebakaran di sekitar wilayah operasi PHE Kampar telah tertangani oleh Tim Operasi Keadaan Darurat Penanggulangan Kebakaran PHE Kampar bersama TNI. Sehingga Kebakaran hutan dan lahan tidak mengganggu kegiatan produksi.

“Sampai saat ini titik api di sekitar fasilitas operasi PHE Kampar telah dapat dikendalikan dan operasi produksi berjalan normal,” kata Ifki, di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Ifki mengungkapkan, sejak 11 September 2019, PHE telah menugaskan 30 Tim Operasi Keadaan Darurat (OKD) PHE Kampar yang didukung 100 personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menangani Karhutla di sekitar wilayah operasi, memadamkan api di 5 titik sekitar wilayah sumur EKA 19, 27, 34, 47 dan PDK#08 di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Menurutnya, apabila tidak segera teratasi akan menimbulkan potensi bahaya kebakaran yang lebih besar lagi dan penghentian produksi sejumlah sumur migas tersebut.

"Sejumlah peralatan yang digunakan oleh Tim Tanggap Darurat PHE Kampar adalah 2 unit fire truck dan 3 unit vaccum truck . Dalam kondisi tertentu di bantu oleh beberapa unit fire truck dari PEP Lirik serta Perusahaan Sawit," tuturnya.

Status penanganan Karhutla masih di level Tier 1 dan tim OKD berada di bawah Komando Field Manager dan General Manager. Hingga saat ini, Tim OKD PHE Kampar masih terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan memantau kondisi Karhutla di area sekitar sumur PHE Kampar.

“Seluruh personil, area operasi dan peralatan penanggulangan berada dalam kondisi baik. Kami berharap situasi tetap terjaga aman dan terkendali,” tandasnya.

 

2 of 3

Padamkan Karhutla, Pesawat untuk Hujan Buatan Ditambah

Kebakaran Hutan
Ada 2 pesawat tambahan untuk perkuatan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca/hujan buatan di Pekanbaru menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Riau. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Pemerintah kembali mengerahkan dua unit pesawat tambahan guna operasi Teknologi Modifikasi Cuaca atau hujan buatan untuk memadamkan karhutla di Pekanbaru, Riau. Pesawat tersebut adalah Cassa 212-200 dengan kapasitas 1 ton dan Hercules C-130 kapasitas 4 ton.

Sehingga saat ini tersedia empat pesawat yaitu Cassa 212-200 dari BPPT dan tiga pesawat bantuan TNI.

Plt Kapusdatinmas BNPB Agus Wibowo mengatakan, nantinya seluruh pesawat itu akan beroperasi di enam provinsi yang mengalami karhutla.

"Enam provinsi yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Pergekan pesawat sesuai dengan keberadaan awan potensi hujan hasil analisis BMKG," kata Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (17/9/2019).

Dia mengatakan, pesawat CN 295 pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB diberangkatkan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sebab, menurut laporan BMKG sudah terdapat potensi awan hujan.

"Pesawat akan melakukan operasi penyemaian awan hujan di wilayah Kalimantan agar bisa menjadi hujan untuk membantu pemadaman karhutla di Kalimantan," kata dia.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓