Subsidi untuk LRT Jabodebek Masih Dibahas

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 15 Sep 2019, 17:17 WIB
LRT Jabodebek

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih mengkaji besaran subsidi‎ untuk kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dari sisi teknis LRT Jabodebek sudah siap diuji coba yang rencananya akan dilakukan pada Oktober 2019 untuk ruas Cibubur-Cawang.

"LRT ini kita lihat kalau segi teknis Cibubur Cawang dimungkinkan Oktober," kata Budi, di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (15/9/2019).

Menurut Budi, saat ini instansinya sedang membahas besaran subsidi untuk moda transportasi masal tersebut, hal ini agar subsidi yang dikucurkan memberikan daya tarik untuk masyarakat menggunakan LRT.

"kita tak ingin subsidi yang diberikan enggak kasih dampak. kalau penumpang enggak banyak ya kita evaluasi," tuturnya.

Budi berharap, uji coba LRT bisa dilakukan sampai Dukuh Atas, namun akan dilakukan evaluasi telebih dahulu. Untuk uji coba rute Cibubur -Cawang akan dilakukan koordinasi terlebih dahulu.

"Harapannya Cibubur-Dukuh Atas, kita masih koordinasi disana evaluasi satu dua minggu ini apakah Cibubur Cawang bisa dilaksanakan,"tandasnya.

2 of 3

LRT Jabodebek Batal Beroperasi November 2019

LRT Jabodebek
Lintasan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, tampak masih dalam tahap penyelesaian di Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/8/2019). Jadwal pengoperasian LRT Jabodebek molor dari target yang pada awalnya direncanakan bisa beroperasi pada 2019. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Light Rail Transit (LRT) jalur Cibubur-Cawang tidak dapat beroperasi pada akhir tahun ini. Padahal sebelumnya Menteri BUMN Rini Soemarno optimis LRT sudah dapat beroperasi pada bulan November 2019.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menyebutkan saat ini progres pembangunan jalur tersebut memang sudah mencapai 90 persen. Namun operasional harus menunggu sampai jalur Cawang-Dukuh Atas selesai.

"Cawang-Cibubur di atas 90 persen, dari Bekasi-Cawang rata-rata 80 persen kecuali depo. Dari Cawang-Dukuh Atas 60 persen," kata dia saat ditemui usai rapat di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Jumat (13/9).

Dia mengungkapkan, hasil rapat memutuskan operasional LRT tidak dapat dilakukan sampai Cawang saja. Adapun saat ini pembangunan LRT menuju Dukuh Atas masih 60 persen.

"Itu salah satu yang dibahas tadi dari konsultan menyampaikan kalau sampai Cawang ridershipnya kan sedikit, sehingga ada pengaruhnya terhadap subsidi. Kita baru akan operasikan usulan rapat apabila itu dioperasikan dari Cibubur sampai Dukuh Atas," ujarnya.

3 of 3

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓