Kementerian PUPR Salurkan Air Bersih ke 4.200 Warga Gunung Kidul

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 10 Sep 2019, 09:48 WIB
Musim Kemarau, Tanah di Bantaran Kanal Barat Retak

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyalurkan bantuan air bersih di beberapa wilayah yang mengalami krisis air di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, bantuan air bersih diberikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sebanyak 4.200 jiwa yang tinggal di 7 dukuh di Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, yakni Dukuh Jati, Jambu, Lumbung, Jurug, Karangtengah, Wuni, dan Gabug.

"Saat terjadi kekeringan, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas. Baru setelah itu untuk irigasi lahan pertanian," kata Menteri Basuki dalam sebuah keterangan tertulis, Selasa (10/9/2019).

Berdasarkan informasi Kementerian PUPR, bantuan diberikan melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya, sebanyak 48 ribu liter air bersih dengan memobilisasi 4 unit Mobil Tangki Air (MTA) berkapasitas 4.000 liter. Pendistribusian bantuan dilakukan secara bertahap sebanyak 3 kali untuk 1 unit mobil tangki.

Krisis air di Gunung Kidul umumnya terjadi setiap tahun karena kondisi geografis daerahnya dengan curah hujan relatif sedikit sehingga cadangan air tanah terbatas. Selain itu, kultur tanah di daerah Gunung Kidul didominasi bebatuan karst berongga yang menyebabkan air hujan sulit untuk tertampung di permukaan tanah.

Adapun secara nasional, Kementerian PUPR telah melakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi krisis air bersih akibat dampak kekeringan pada musim kemarau tahun 2019. Dukungan diberikan dengan menyediakan sebanyak 242 unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk melayani 1.300 jiwa per MTA per hari.

 

2 of 3

31 Ribu M3 per Hari

Musim Kemarau, Tanah di Bantaran Kanal Barat Retak
Warga bersiap memancing di sekitar Kanal Banjir Barat (KBB) yang mengalami kekeringan di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Jumat (12/7/2019). Musim kemarau yang terjadi di Ibu Kota menyebabkan debit air di KBB berkurang sehingga menimbulkan keretakan tanah di sekitarnya. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Menurut perkiraan Kementerian PUPR, kebutuhan air minum untuk masyarakat terdampak kekeringan tahun ini sebesar 31 ribu m3 per hari, sehingga ditargetkan 1.674 unit MTA dapat didistribusikan termasuk dukungan dari Pemda setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sementara itu, Kepala BPPW DIY Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Tri Rahayu mengatakan, selain Gunung Kidul, bantuan air bersih juga disalurkan ke daerah Bantul.

"Dua MTA berkapasitas 5.000 liter telah dipinjamkan ke Pemda Bantul, utamanya untuk melayani distribusi air di desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul," ujar Tri Rahayu.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓