Pertamina Hadiahi Restoran di Bandung Gratis LPG Setahun

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 04 Sep 2019, 11:00 WIB
(Foto: Dok PT Pertamina)

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) memberikan hadiah spesial bagi pelanggan tabung LPG di Bandung. Rumah Makan Bu Imas di jalan Balong, Kota Bandung, mendapat gratis isi ulang tabung gas selama setahun yang setara 1 tabung Bright Gas 12 kg per bulan.

Rumah Makan Bu Imas terpantau Pertamina sebagai pengguna setia Bright Gas 12 kg. Penggunaannya bahkan mencapai 1.000 tabung per bulan atau 12 ribu tabung per tahun.

Kejutan isi ulang gratis ini diberikan Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III dalam rangka menyambut Hari Pelanggan yang jatuh pada Rabu, 4 September 2019. Restoran lain yang juga mendapat gratis tabung LPG adalah Food Court Koenyah yang juga berlokasi di Bandung.

“Sejak awal Food Court Koenyah beroperasi, yakni tahun 2016, kami sudah memakai Bright Gas 5,5 kg karena praktis dan warna tabungnya eye catching, cocok untuk konsumen di sini yang berada di lingkungan menengah ke atas,” kata Amila Khairina (27), Pemilik Food Court Koenyah, seperti dikutip Rabu (4/9/2019).

Branch Manager Pertamina Jawa Barat Sylvia Grace Yuvenna menjelaskan, apresiasi kepada pengguna Bright Gas merupakan upaya Pertamina untuk mendekatkan dengan para konsumen setianya.

“Melalui program ini, kami memberi apresiasi tertinggi bagi konsumen yang telah menerima produk berkualitas dari Pertamina. Hal ini mencerminkan bahwa produk Pertamina dinilai memiliki kualitas sehingga dipercaya oleh masyarakat. Ini merupakan salah satu peran perusahaan, yakni acceptability atau diterimanya produk Pertamina di masyarakat,” jelasnya.

 

2 of 4

Pengusaha Kuliner Sambut Ajakan Pemerintah Pakai LPG Nonsubsidi

Stok LPG
Pekerja melakukan pengisian ulang tabung gas 12 kg di SPBE (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji), Srengseng, Jakarta, Jumat (3/5/2019). PT Pertamina (Persero) menjamin pasokan LPG aman terkendali selama periode Ramadan hingga Lebaran dan tidak ada kenaikan harga. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pemerintah mengajak pengusaha kuliner skala besar untuk berpindah ke LPG nonsubsidi bright gas 5,5 kg. Ajakan tersebut turut disambut pihak pengusaha, yang menyatakan penggunaannya lebih praktis dibanding LPG subsidi 3 kg.

Seperti diutarakan Hajjah Dirja, pemilik rumah makan Pepes H Dirja di Walahar, Kabupaten Karawang. Selama ini, ia mengaku masih menggunakan menggunakan LPG subsidi 3 kg, yang dalam sehari rata-rata bisa habis 3 tabung hijau.

"Repot juga, kadang nanggung kalau lagi goreng ikan dan banyak tamu, tiba-tiba gasnya habis. Jadi harus ganti dulu," ungkap Hajjah Dirja melalui sebuah pernyataan tertulis, Jumat (23/8/2019).

Dia berharap, dengan bright gas 5,5 kg kegiatan usahanya dapat tidak terganggu dengan urusan ganti tabung. "Selain praktis, warnanya juga cakep. Semoga mudah nyari isi ulangnya," katanya.

Adapun berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG Subsidi, terlampir bahwa LPG 3 kg diperuntukkan bagi masyarakat kategori pra sejahtera atau usaha mikro.

 

3 of 4

Langsung ke Pengusaha

20160106-Gas-Elpiji-12Kg-AY
Pekerja tengah merapihkan dan mengisi tabung gas LPG 12 kg di Terminal pengisian Gas Pertamina, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kampanye pemakaian LPG nonsubsidi juga turut disuarakan PT Pertamina (Persero). Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid menjelaskan, program edukasi persuasif kepada pengusaha Hotel, Restaurant Dan Cafe (Horeca) terus digalakkan Pertamina melalui jalur asosiasi maupun langsung ke pengusaha.

"Kami biasa menghimbau mereka, untuk move on ke LPG nonsubsidi melalui program trade-in seperti saat ini. Tentunya, kami berharap langkah ini akan diikuti pengusaha restoran lainnya," ujar Mas'ud Khamid.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓