Masuk Masa Panen, Harga Cabai Mulai Turun

Oleh Liputan6.com pada 02 Sep 2019, 14:30 WIB
Diperbarui 02 Sep 2019, 14:30 WIB
Harga Cabai di Pasar Induk Kramat Jati
Perbesar
Pedagang cabai menggelar dagangannya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (8/7/2019). Harga cabai di pasar itu mengalami kenaikan dikarenakan berkurangnya pasokan dari petani akibat musim kemarau yang menyebabkan menurunnya jumlah produksi. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi menyebutkan harga cabai akan mulai turun minggu ini. Harga cabai telah meroket sejak beberapa bulan balu akibat kekeringan yang menggagalkan panen di beberapa daerah.

Agung menjelaskan, harga cabai dipastikan akan kembali turun sebab di beberapa daerah sudah mulai memasuki masa panen.

"Cabai itu sudah mau masuk panen semua bentar lagi, saya rasa bakal turun perlahan," kata dia, saat ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (3/9).

Selama ini, Agung mengungkapkan Kementan telah melakukan berbagai upaya operasi pasar untuk menekan harga di masyarakat. Cabai tersebut dijual seharga Rp 35.000 per Kg. Jauh lebih murah dibanding harga cabai pada umumnya yang mencapai Rp 100 ribu per Kg.

Harga cabai dipastikan turun drastis sekitar dua minggu ke depan. Sebab hasil panen sudah mulai menyerbu pasar.

"Kita selalu laksanakan operasi pasar, kita tahu ada panen besar satu dua minggu ke depan, jadi ya kita optimis pasti bakal turun bentar lagi," ujarnya.

Dia mengungkapkan, stok cabai akan aman hingga akhir tahun ini. Sebab musim panen masih akan terus berlanjut.

"Kalau sekarang mulai panen kan dia akan 7 kali panen, setiap panen 15 hari. Ini kan 3,5 sampai 4 bulan," tutupnya.

 

Reporter: Yayu Agustini Rahayu Achmud

Sumber: Merdeka.com

2 dari 4 halaman

Pedagang: Harga Cabai Naik karena Kemarau Panjang

Harga Cabai di Pasar Induk Kramat Jati
Perbesar
Pedagang memperlihatkan dagangan cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (8/7/2019). Harga cabai merah besar di pasar tersebut naik mencapai Rp55 ribu per kg, sedangkan cabai rawit menjadi Rp50 ribu per kg dan cabai rawit hijau pada kisaran Rp 60 ribu per kg. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Pedagang sayur di Pasar Slipi menjelaskan bahwa kenaikkan komoditas cabai rawit merah dan keriting disebabkan oleh musim kemarau yang berlangsung. Kenaikkan harga cabai memang signifikan, yakni mencapai Rp 100 ribu per kilogram (kg).

"Harga cabai merah dan keriting sama, Rp 95 ribu - Rp 100 ribu per kilogram," ujar Sri Utami (56) ketika berbincang bersama Liputan6.com di Pasar Slipi, Jakarta Barat, pada Jumat (9/8/2019).

Harga cabai rawit hijau juga menjadi Rp 70 ribu per kg, itu menurut Sri juga karena faktor kemarau panjang bukan pemerintah. "Ada yang bilang karena pemerintah, padahal kemarau," jelas Sri.

Harga bawang merah dan bawang putih di tempat Sri terpantau stabil, yakni Rp 28 ribu per kg untuk bawang merah dan bawang putih seharga Rp 35 ribu, dan kating seharga Rp 45 ribu.

Pedagang lain di Pasar Slipi juga menyebut harga cabai sedang naik akibat kemarau, sementara bawang tetap stabil.

"Rawit merah Rp 100 ribu per kg, keriting merah Rp 80 ribu per kg. (Naik) karena memang kemarau, kemarin sebelum Idul Adha juga sudah mahal," ujar Trisno (32).

Cabai rawit hijau dijual oleh Trisno seharga Rp 80 ribu per kg. Harga bawang merah dan bawang putih pun terpantau stabil, yaitu Rp 30 ribu per kg untuk bawang merah dan Rp 35 ribu untuk bawang putih biasa dan kating.

Untuk sayuran, Sri Utami berkata harga komoditas tomat stabil yakni Rp 12 ribu per kg, tetapi harga timun dan kentang masing-masing naik Rp 3.000 dan Rp 2.000 dari pekar lalu menjadi Rp 15. ribu. Trisno pun menyebut harga sayur-mayur stabil dan hanya harga cabai yang terpantau naik.

"Harga Tomat Rp 10 ribu, kentang Rp 16 ribu. Sayur stabil, harga cabai doang (yang naik)," jelas Trisno.  

3 dari 4 halaman

Harga Cabai di Surabaya Tembus Rp 80 Ribu per Kg

FOTO: Setelah Idul Adha, Harga Cabai Mulai Turun
Perbesar
Sedangkan harga cabai lainnya, seperti cabai hijau yang harga sebelumnya Rp 60.000 per kg sekarang turun menjadi Rp 40.000 per kg

Sebelumnya dilaporkan, harga cabai di beberapa pasar Kota Surabaya, Jawa Timur masih berada di kisaran Rp 70 ribu-Rp 80 ribu per kilogram (kg). Hal ini karena terlambatnya stok yang masuk ke pedagang dan tidak lagi memasuki musim panen.

"Saya sudah tidak beli cabai lagi, mahal soalnya, sehingga tidak mampu beli," ujar Sladi, salah satu pedagang Pasar Pacar Keling saat ditemui di Surabaya, seperti dilansir Antara, Selasa , 6 Agustus 2019. 

Pedagang lain di Pasar Pucang Anom Surabaya, Firda menuturkan, harga cabai di pasar itu berkisar Rp 70 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini terjadi sejak 15 hari lalu.

Di Pasar Pacar Keling, harga cabai merah besar sekitar Rp 80 ribu per kg, cabai rawit dan cabai keriting Rp 60 ribu per kg, cabai kering Rp 40 ribu per kg. Sedangkan di Pasar Pucang Anom, cabai merah dan hijau besar Rp 70 ribu per kg, cabai kecil Rp 90 ribu per kg. Sementara itu, cabai di sejumlah pasar di Surabaya, rata-rata diambil dari Pasar Putra, Probolinggo.

Harga komoditas lain terpantau stabil, kecuali bawang putih naik menjadi Rp 60 ribu per kg dari harga awal Rp 25 ribu-Rp 40 ribu per kg. Sedangkan bawang merah stabil Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per kg. Harga timun Rp 10 ribu per kg dan turun dari awalnya Rp 12 ribu-Rp 15 ribu per kg. Harga tomat Rp 5.000 per kg. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓