Bank Mandiri Kaji Pindah Kantor Pusat ke Ibu Kota Baru

Oleh Liputan6.com pada 28 Agu 2019, 19:24 WIB
Diperbarui 28 Agu 2019, 19:24 WIB
20160301-gedung mandiri-Kota Lama Semarang-Gholib
Perbesar
Pekerja sibuk memperbaiki gedung milk bank pemerintah di Kawasan Kota Lama Semarang . Rabu ( 2 /03 /2016 ) langkah ini sebagai restorasi bangunan tua di kota lama semarang. (Gholib)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tidak menutup kemungkinan akan memindahkan kantor pusat ke Kalimantan Timur. Hal ini menyusul pindahnya Ibu Kota Negara dari Jakarta ke provinsi tersebut, tepatnya Panajam Paseh Utara dan Kukar.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan mengungkapkan, bisa saja kantor pusat akan ikut hijrah ke Borneo. Namun hal itu masih perlu kajian lebih lenjut.

"Apakah semuanya akan pindah ke Kalimantan? kami lihat nanti kepastiannya seperti apa," kata Panji, usai RUPSLB, di Menara Mandiri 1, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Kendati demikian, dia memastikan Bank Mandiriakan membangun kantor-kantor cabang di Ibu Kota baru. Pasalnya, saat ini kata dia Mandiri belum memiliki kantor cabang di jantung Ibu Kota baru tersebut.

"Pasti di titik-titik itu kami akan membangun minimal-minimalnya ada kantor perwakilan dari Bank Mandiri pusat yang ada di Kalimantan. Kebetulan kami memang memiliki banyak sekali kantor di Kalimantan, tapi di Ibu kota baru ini belum ada," ungkapnya.

Panji melanjutkan, langkah yang diambil perseroan tak akan gegabah. Pihaknya akan melihat dan mempelajari terlebih dahulu tata ruang, tata kota, dan kepastian lokasi di Ibu Kota baru secara lebih nyata.

Bank Mandiri juga akan membuat Mandiri Club untuk tempat singgah direksi saat berkunjung ke ibu kota baru. "Tapi ini belum pasti. Tapi tipikalnya itu ibu kota baru, enggak mungkin Bank Mandiri enggak punya gedung di situ. Pasti kami punya. Terkait berapanya, nanti kita lihat rancangan baru yang sudah memiliki kekuatan hukum," tutupnya.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Bank Mandiri Copot Dirjen Anggaran Kemenkeu dari Posisi Komisaris

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Mandiri Tbk, Rabu (28/8/2019).
Perbesar
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Mandiri Tbk, Rabu (28/8/2019).

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Mandiri(Persero) Tbk memutuskan untuk mencopot Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani dari jajaran dewan komisaris perusahaan.

"Memberhentikan dengan hormat saudara Askolani sebagai anggota dewan komisaris, terhitung sejak dirutupnya rapat ini dengan ucapan terima kasih atas sumbangan tenaga dan pikiran selama menjabat sebagai dewan komisaris," ungkap Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri Imam Apriyanto Putro saat gelaran RUPSLB di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu (28/8/2019). 

Sebagai pengganti, Imam meneruskan, Rionald Silaban yang juga merupakan pejabat karier di Kementerian Keuangan. Saat ini, dia menjabat sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan di Kementerian Keuangan.

"Mengangkat Rionald Silaban sebagai anggota komisaris, berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari OJK," ujar Imam.

Dengan demikian, susunan komisaris Bank Mandiriberdasarkan hasil RUPSLB menjadi:

- Hartadi A Sarwono (Komisaris Utama/Komisaris Independen)

- Imam Apriyanto Putro (Wakil Komisaris Utama/Komisaris)

- Goei Siauw Hong (Komisaris Independen)

- Bangun Sarwito Kusmulyono (Komisaris Independen)

- Makmur Keliat (Komisaris Independen)

- Rionald Silaban (Komisaris)

- Ardan Adiperdana (Komisaris)

- R. Widyo Pramono (Komisaris).

Lanjutkan Membaca ↓