Resep Sukses Jack Ma, Si Gaptek yang Jadi Miliarder E-Commerce

Oleh Athika Rahma pada 28 Agu 2019, 21:00 WIB
Diperbarui 28 Agu 2019, 21:00 WIB
Jack Ma (Andrew Burton/Getty Images)
Perbesar
Jack Ma (Andrew Burton/Getty Images)

Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang tidak mengenal Jack Ma? Jika Anda sering berbelanja di e-commerce, pasti pernah mendengar Alibaba. Ya, Jack Ma adalah miliarder dibalik kesuksesan Alibaba Group, perusahaan teknologi dan bisnis besar asal China.

Tapi, tidak ada yang menyangka kalau Ma adalah orang yang tidak tahu apa-apa soal teknologi, alias gagap teknologi (gaptek). Bagaimana bisa orang gaptek sukses membesarkan perusahaan teknologi?

Ma, dalam wawancaranya dengan CNBC, mengakui kalau dirinya tidak mengetahui apapun soal teknologi, pemasaran dan hal apapun tentang bisnis. Sebaliknya, ada beberapa resep yang dia gunakan untuk mencapai kesuksesan hingga dirinya menjadi miliarder seperti sekarang, dikutip dari City A.M, Rabu (28/08/2019).

Pertama, pelajari mengapa orang bisa gagal. Jangan belajar dari kisah sukses, karena menurut Jack Ma, orang sukses hanya terlihat manisnya saja. Sebaliknya, kita harus tahu apa yang membuat usaha gagal agar kita tidak melakukannya di kemudian hari sekaligus membuat kita berpikir mencari alternatif jika suatu jalur berpotensi membuat usaha gagal.

2 dari 3 halaman

Dengarkan

Kisah CEO Alibaba Jack Ma, Dari Guru Miskin Kini Miliarder
Perbesar
Jack Ma pernah menjadi seorang guru Bahasa Inggris dengan bayaran hanya sekitar US$ 12 - US$ 15 per bulan.

Kedua, dengarkan "tetangga" sebelah. Maksudnya bukan mendengarkan omongan orang-orang secara acak tentang bisnis mereka. Kalaupun ada, mereka punya potensi merendahkan kita sehingga jangan Anda hiraukan. Ketika "tetangga" yang sudah lebih dulu sukses punya jamu sendiri, coba ikut cicipi jamu tersebut untuk usaha Anda. Siapa tahu, berhasil.

Ketiga, terapkan filosofi "perbaiki atap saat matahari bersinar". Maksudnya, Ma dengan berani mengubah arah perusahaan justru ketika kinerjanya sedang dalam kondisi baik. Namun, ketika perusahaan sedang di bawah, waspadalah untuk mengambil tiap langkah. Jika badai datang tapi Anda tidak "naik ke atas untuk membetulkan atap, rumah Anda akan hancur". Kira-kira, demikian interpretasi filosofi Jack Ma dalam bisnisnya.

"Ketika saya merasa tahun ini hebat bagi perusahaan, artinya itu sebuah sinyal bahwa kami harus ubah arah perusahaan," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓