China Ancam AS, Rupiah Melemah ke 14.270 per Dolar AS

Oleh Arthur Gideon pada 26 Agu 2019, 12:00 WIB
Nilai tukar Rupiah

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di awal pekan ini. Perang dagang memberikan beban kepada rupiah.

Mengutip Bloomberg, Senin (26/8/2019), rupiah dibuka di angka 14.245 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.215 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus melemah ke 14.260 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.245 per dolar AS hingga 14.270 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 0,90 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.261 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.249 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah bergerak melemah dipengaruhi sentimen perang dagang.

"Rupiah kemungkinan melemah akibat sentimen negatif dari perang dagang, akibat pelemahan yuan yang melemah 0,7 persen ke level 7,14 yuan per dolar AS," kata ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail dikutip dari Antara.

Ahmad memperkirakan, indeks dolar diperkirakan bergerak melemah di level 97-97,3 terhadap mata uang kuat utama lainnya.

Penurunan dolar didorong oleh kembali meningkatnya eskalasi perang dagang antara China-AS setelah Presiden AS Donald Trump dan China saling balas untuk menaikkan kembali tarif barang impor masing-masing negara.

China mengancam akan kembali menaikkan tarif impor barang AS sebesar 10 persen terhadap barang impor asal AS senilai 75 miliar dolar AS. Trump pun mengancam akan menaikkan tarif lebih tinggi terhadap impor barang asal China di pertemuan G7.

Ahmad memprediksi pada hari ini rupiah kemungkinan akan bergerak melemah di kisaran 14.270 per dolar AS hingga 14.300 per dolar AS.

2 of 2

Pemerintah Prediksi Rupiah Melemah ke 14.400 per Dolar AS di 2020

3 Alasan Kenapa Rabu Kemarin Rupiah Menguat
Ilustrasi dana BLT

Sebelumnya, pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan melemah pada tahun depan. Hal tersebut terjadi karena adanya gejolak ekonomi dunia.

Dalam pidato Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa target ekonomi masih akan tinggi, tetapi untuk nilai tukar rupiah akan melemah.

Ia menyebut target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 adalah 5,3 persen. Sumber pertumbuhan ekonomi tahun depan ditekankan pada sektor konsumsi. 

"Pertumbuhan ekonomi akan berada pada tingkat 5,3 persen dengan konsumsi dan investasi sebagai motor penggerak utamanya. Inflasi akan tetap dijaga rendah pada tingkat 3,1 persen untuk mendukung daya beli masyarakat," ujar dia.

Jokowi menyebut nilai tukar rupiah akan melemah menuju 14.400 per dolar AS. Ia menyebut hal itu diakibatkan kondisi ekonomi global yang volatile alias penuh ketidakpastian.

Meski sedang ada disrupsi dagang, Jokowi yakin Indonesia akan tetap menjadi primadona investasi. Pasalnya, Indonesia memiliki telah mendapatkan citra positif dan iklim investasi akan terus dijaga.

"Pemerintah yakin investasi terus mengalir ke dalam negeri, karena persepsi positif atas Indonesia dan perbaikan iklim investasi," ujar Jokowi.

 
 
Lanjutkan Membaca ↓