Mau Buka Bisnis? Simak 5 Tips Anti Pusing Kelola Keuangan

Oleh Fitriana Monica Sari pada 04 Sep 2019, 06:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 15:28 WIB
Zodiak Jago Cari Uang

Liputan6.com, Jakarta - Bagi Anda yang baru saja memulai usaha atau bisnis, pasti akan merasakan kebingungan saat mengatur sistem keuangan. Ujung-ujungnya, keuangan pribadi dan bisnis Anda pun akhirnya jadi digabungkan.

Cara seperti ini sama sekali tak bagus, untuk memulai sebuah bisnis. Anda bisa mengikuti 5 tips dari Swara Tunaiku ini, agar keuangan bisa dikelola dengan baik.

1. Buat Dua Rekening Berbeda untuk Bisnis dan Pribadi

Langkah awal antipusing dalam mengelola keuangan bisnis dan pribadi adalah dengan membuat dua rekening yang berbeda, untuk masing-masing kepentingan.

Jika Anda mendapatkan pemasukan dari bisnis yang dijalankan, uang tersebut harus dikirimkan ke rekening bisnis Anda. Jika butuh modal, jangan pernah sekali pun menarik uang dari rekening pribadi Anda.   

Dengan tersedianya dua rekening yang berbeda, Anda akan bisa melihat keuntungan serta kerugian pada bisnis Anda. Misalnya, jika terjadi kerugian pada bisnis, rekening yang berbeda akan menghindarkan Anda dari kemungkinan menggunakan uang pribadi.

Jika uang pribadi misalnya terpakai, lalu bagaimana lagi cara Anda mencukupi biaya hidup dan kebutuhan sehari-hari? 

2 of 3

2. Rutinlah Menulis Catatan Pemasukan dan Pengeluaran

Merencanakan Dana Pendidikan Anak Semudah Menggenggam Smartphone
Ilustrasi mengatur keuangan.

Setelah Anda membuat rekening yang berbeda untuk pribadi dan bisnis, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran.

Bagi Anda yang sudah terbiasa melakukan hal ini untuk keuangan pribadi, tak akan mengalami kesulitan berarti saat membuatkan satu lagi bagi kebutuhan bisnis. Anda yang suka boros, terutama sekali harus membiasakan hal ini. 

Catatan ini sama sekali tak rumit untuk ditulis. Hal penting yang harus tercakup di dalamnya adalah tanggal, jumlah, serta alasan terjadinya pemasukan dan pengeluaran. Sekalipun nominal uangnya kecil, Anda harus tetap menuliskannya di catatan ini.

Jika sewaktu-waktu dana di rekening kurang atau bertambah tiba-tiba, Anda bisa langsung melihat rincian keuangan yang detail ini. 

3. Jangan Lupa untuk Membuat Laporan Bulanan 

Laporan bulanan sangat penting adanya, bagi Anda yang tengah menjalankan sebuah bisnis. Dalam laporan ini tercakup berapa total pemasukan dan pengeluaran saat menjalankan bisnis sebulan penuh.

Anda akan dengan mudah melihat apakah bisnis yang dijalankan mengalami keuntungan atau kerugian. Dari hasil laporan, Anda bisa merumuskan strategi bisnis selanjutnya. 

3 of 3

4. Cek Ketersediaan Produk Jualan Anda Secara Berkala

[Bintang] Jadwal Sholat, Imsakiyah, dan Buka Puasa Hari ke-9, 25 Mei 2018
Ilustrasi belanja Lebaran di toko online. (iStockPhoto)

Bagi Anda yang menjalankan bisnis di bidang jual beli barang atau produk, buatlah dengan rinci ketersediaan produk setiap harinya. Dengan begini, Anda bisa menghindari situasi habisnya produk, padahal ada konsumen yang ingin membelinya. Selain itu, Anda akan mudah mencocokkan antara jumlah barang terjual di laporan keuangan, dengan stok yang masih tersisa.   

5. Jangan Lupa untuk Menggaji Diri Anda Sendiri 

Sebagai pemilik dan pengelola bisnis, tentu saja Anda berhak untuk mendapatkan gaji dari keuntungan yang didapat. Ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras yang telah Anda lakukan.

Tentukan sendiri persenan gaji yang Anda inginkan dari hasil bisnis Anda. Jangan lupa untuk langsung mentransfer gaji Anda tersebut, dari rekening bisnis ke rekening pribadi Anda. 

Agar bisnis bisa berjalan lancar, Anda harus bisa mengelola keuangannya dengan sebaik mungkin. Langkah awal yang harus Anda lakukan, adalah dengan memisahkan antara rekening uang pribadi dengan rekening untuk bisnis Anda.

Kecermatan dan kedisiplinan juga sangat diperlukan, agar pemasukan dan pengeluaran untuk keperluan bisnis maupun pribadi Anda bisa diatur dengan baik. 

Lanjutkan Membaca ↓