Entaskan Kemiskinan, Pemerintah Siapkan Rp 157,1 triliun

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 16 Agu 2019, 18:47 WIB
Diperbarui 16 Agu 2019, 18:47 WIB
800 Juta Warga India Hidup Dalam Kemiskinan

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah akan menjadikan pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas nasional utama pada tahun mendatang.

Demi mensukseskan target itu, dana senilai Rp 157,1 triliun telah dipersiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro menargetkan, tingkat kemiskinan di Indonesia pada tahun depan bisa berada di bawah 9 persen.

"Kita harapkan tahun depan, tingkat kemiskinan kita sudah dibawah 9 persen. Data terakhir menunjukan, kemiskinan kita 9,4 persen, Maret 2019. Di akhir 2019 kita harapkan sudah dekat dengan 9 persen, dan mudah-mudahan tahun depan sudah di bawah 9 persen," jelasnya saat sesi konferensi pers tentang Nota Keuangan dan RAPBN tahun 2020 di Gedung Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Selain itu, ia juga memaparkan terkait target pembangunan pada 2020. Seperti ketimpangan Gini Rasio yang berada pada kisaran 0,375-0,380 dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang berada pada kisaran 4,8-5,1 persen.

Selanjutnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada angka 72,51, tingkat kemiskinan pada kisaran 8,5-9 persen, serta pertumbuhan ekonomi antara 5,2 sampai 5,5 persen.

Lebih lanjut, Menteri Bambang mengatakan, pemerintah juga sudah membuat Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2020 bertema peningkatan sumber daya manusia untuk pertumbuhan berkualitas.

 

2 dari 4 halaman

5 Prioritas Nasional

Menteri Bambang Bahas Persiapan Pembangunan Ibu Kota Baru
Menteri Negara PPN/Ka Bappenas Bambang Brodjonegoro saat menjadi pembicara dalam diskusi bertema "Berapa Lama Membangun Ibukota Baru?" di Jakarta, Senin (13/5/2019). Presiden Joko Widodo ingin ibu kota baru berada di luar Pulau Jawa, terutama Kalimantan dan Sulawesi. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dalam RKP tersebut, pemerintah telah menetapkan 5 prioritas nasional, yakni pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan, infrastruktur dan pemerataan wilayah, nilai tambah sektor riil, industrialisasi dan kesempatan kerja, ketahanan pangan, air, energi, dan lingkungan hidup, serta stabilitas pertahanan dan keamanan.

Dia menyebutkan, total dana yang dipersiapkan untuk 5 prioritas nasional itu ialah sekitar Rp 337,3 triliun. Adapun prioritas yang mendapat porsi anggaran terbesar yakni pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan.

"Dari 5 prioritas tersebut, alokasi anggaran terbesar adalah untuk pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan, yakni Rp 157,1 triliun," ujar Menteri Bambang.

Guna memastikan kelancaran pelaksanaannya pada tahun depan, ia pun mengungkapkan, proyek-proyek prioritas nasional ini akan dikoordinasikan dengan setiap kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (Pemda).

"79 persen belanja non-operasional kementerian/lembaga dialokasikan pada prioritas nasional, dimana lebih dari 70 persen diantaranya dirinci hingga proyek," tukas dia.

3 dari 4 halaman

Jokowi: APBN 2020 Fokus pada Kualitas SDM

Jokowi Berbaju Sasak
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). Di Sidang Bersama DPR-DPD ini Jokowi mengenakan pakaian adat Sasak NTB sementara Wapres JK memakai baju khas Betawi. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tema kebijakan APBN pada tahun anggaran 2020 akan berpusat pada Sumber Daya Manusia (SDM). Fokus pengembangan SDM terutama demi modal ekonomi berbasis digital.

Jokowi menjelaskan tidak ingin agar bonus demografi yang terjadi di Indonesia menjadi sia-sia. Pasalnya, Indonesia sudah memasuki tahun-tahun penting untuk menjadi negara maju, yakni 2020-2024.

"Saya yakin dengan fokus pada peningkatan kualitas SDM, Indonesia dapat segera mewujudkan visinya menjadi negara maju. Dengan tekad tersebut, tema kebijakan fiskal tahun 2020 adalah 'APBN untuk Akselerasi Daya Saing melalui Inovasi dan Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia,' ujar Presiden Jokowi pada pembacaan Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR, Jumat (16/8/2019).

Jokowi juga memilih menunjang SDM ketika melihat ekonomi-ekonomi negara lain sedang melambat karena percaya SDM bisa menjadi pembuka jalan menuju pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut Indonesia harus bisa menemukan peluang di tengah tren perlambatan ekonomi global.

Pemerintah pun berjanji bahwa anggaran akan ada untuk berbagai program pembangunan SDM. Itu diharapkan meningkatkan kemampuan sebagian besar penduduk Indonesia yang masih muda agar bisa bersaing di tingkat global.

"Berbagai program SDM kita siapkan untuk memastikan bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan. Kita bangun generasi bertalenta yang berkarakter dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi," ujar Jokowi.

Pada pidato pagi ini pun Presiden Jokowi sempat membahas SDM. Ia ingin SDM Indonesia menjadi penopang ekonomi negara ketimbang Sumber Daya Alam (SDA), sekaligus menjadi SDM yang berideologi Pancasila.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓