Prioritas Pembangunan 4 Destinasi Wisata, Salah Satunya Sirkuit MotoGP

Oleh Athika Rahma pada 16 Agu 2019, 15:13 WIB
Jokowi Berbaju Sasak

Liputan6.com, Jakarta - Pembangunan ekonomi di periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun 2019-2024 akan berfokus pada beberapa sektor, tak terkecuali sektor pariwisata.

Dalam pidato pengantar Nota Keuangan 2020 yang dibacakan oleh Jokowi di Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jumat (16/08/2019), disebutkan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pembangunan 4 destinasi wisata secara lintas sektor dan terintegrasi.

"Destinasi pariwisata tersebut meliputi Danau Toba, Candi Borobudur, Labuan Bajo dan Mandalika," ujar Jokowi di Jakarta, Jumat (16/08/2019).

Demi pembangunan 4 destinasi super prioritas tersebut, pemerintah melakukan berbagai percepatan, diantaranya melakukan pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) untuk menunjang keberadaan Sirkuit MotoGP di Mandalika hingga menambah anggaran untuk Danau Toba.

Kemudian, sempat diperkenalkan juga formula Storynomics Tourism oleh Tim Quick Win 5 Destinasi Super Prioritas Pariwisata.

 

2 of 2

Gunakan Pendekatan Storynomics Tourism

Pidato Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri sidang Tahunan MPR Tahun 2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/7/2019). Sidang tersebut beragendakan penyampaian pidato kenegaraan Presiden dalam rangka HUT Ke-74 Republik Indonesia. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Storynomics Tourism adalah sebuah pendekatan pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif, living culture serta menggunakan kekuatan budaya sebagai DNA destinasi.

Contohnya di Danau Toba, terdapat sejarah bahwa Toba adalah hasil dari letusan gunung berapi maha dahsyat nomor 3 di dunia yang menyusutkan populasi dunia hingga 60 persen saat itu. Hal tersebut dapat dijadikan konten kreatif yang bisa menarik wisatawan untuk datang.

Selain itu, pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah, terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) bakal diperbaiki manajemen, tata kelola dan kerangka regulasinya.

Nantinya, infrastruktur tersebut bakal menghubungkan pasar dengan sentra produksi rakyat, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan dan industri, sehingga akan menjadi kawasan ekonomi yang terpadu.

Lanjutkan Membaca ↓