Jokowi Pamer Realisasi Pertumbuhan Ekonomi dalam 5 Tahun

Oleh Athika Rahma pada 16 Agu 2019, 14:37 WIB
Diperbarui 16 Agu 2019, 14:37 WIB
Jokowi Sampaikan Pidato Kenegaraan
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). Jokowi akan menyampaikan pidato dalam tiga sesi dengan tema yang berbeda selama acara berlangsung. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pamerkan capaian pertumbuhan ekonomi dalam pidato nota keuangan Sidang Tahunan DPR-MPR 2019 di Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jumat (16/08/2019).

Dia membeberkan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia selama lima tahun telah menunjukkan tren yang positif. Pertumbuhan ekonomi naik dari 4,88 persen di tahun 2015 menjadi 5,17 persen di tahun 2018.

"Terakhir, semester 1 2019, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,06 persen," ujarnya di Jakarta, Jumat (16/08/2019).

Selain itu, angka pengangguran juga dilaporkan menurun dari 5,81 persen pada Februari 2015 menjadi 5,01 persen pada Februari 2019.

Tak hanya itu, dalam pidato Jokowi dibeberkan pula angka kemiskinan negara yang terus menurun dari 11,22 persen pada Maret 2015 menjadi 8,41 persen pada Maret tahun ini.

"(Ini) terendah dalam sejarah NKRI," tambahnya.

Ketimpangan pendapatan pun merosot, ditandai dengan Rasio Gini yang semakin rendah. Pada Maret 2015, rasio gini Indonesia sebesar 0,408, lalu turun menjadi 0,382 di bulan yang sama tahun 2019.

2 dari 2 halaman

IPM Semakin Meningkat

Jokowi Berbaju Sasak
Perbesar
Presiden Joko Widodo dengan baju adat suku Sasak NTB menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Bersama DPD-DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). Setelah sidang tahunan MPR 2019 berakhir, agenda berlanjut ke sidang bersama DPD-DPR. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dari segi pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari tahun 2015 yang awalnya 69,5 menjadi 71,39 di 2018. IPM Indonesia berhasik masuk ke status tinggi dan tercatat tidak ada lagi provinsi dengan tingkat IPM yang rendah.

Demikian pula dengan Logistic Performance Index (LPI) yang naik jadi peringkat 46 dunia di tahun 2018. Kualitas infrastruktur, termasuk listrik dan air, turut meningkat jadi peringkat 71 dunia.

Jokowi menyebutkan, capaian pertumbuhan ekonomi tersebut tak lepas dari reformasi fiskal yang sudah dilakukan.

"Kita tidak lagi menggunakan pola money follows function, tapi money follows program. Kita tidak lagi berorientasi pada proses dan output, tetapi pada impact dan outcome," tutupnya.

Ke depannya, pemerintah akan terus mengelola fiskal supaya lebih sehat, adil dan mandiri.

Lanjutkan Membaca ↓