Pertamina Targetkan Produksi Listrik 1.112 MW dari Panas Bumi

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 15 Agu 2019, 11:00 WIB
Diperbarui 15 Agu 2019, 11:17 WIB
20160414- Kilang Pengolahan Minyak Terbesar ke-2 di Indonesia-Kalimantan- Fery Pradolo

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Pertamina menargetkan, kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) mencapai 1.112 Mega Watt (MW) pada 2026.

Direktur Utama PGE Ali Mundakir mengatakan, saat ini PGE sudah mengoperasikan sendiri lima area panas bumi dengan total kapasitas terpasang 617 MW. Dimana kapasitas untuk PLTP Kamojang 235 MW di Jawa Barat, Ulubelu 220 MW di Lampung, Lahendong 120 MW di Sulawesi Utara, Karaha 30 MW di Jawa Barat, dan Sibayak 12 MW di Sumatera Utara.

"Saat ini, Pertamina melalui PGE akan terus berkomitmen dalam pengembangan panas bumi dan menambah kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dalam rangka pelaksanaan program energi mix pemerintah sesuai kebijakan energi nasional," kata Ali, di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Menurut Ali, pada 9 Agustus 2019, PGE melakukan sinkronisasi perdana PLTP Lumut Balai Unit 1 Sumsel dengan kapasitas 55 MW. "Kami menargetkan pada akhir Agustus ini Lumut Balai 1 bisa beroperasi komersial," tambahnya.

PGE kini mengelola 14 wilayah kerja panas bumi yang beberapa di antaranya dikelola dan dioperasikan sendiri serta lainnya melalui skema joint operation contract (JOC) dengan perusahaan lain.

 

2 of 4

Pengembangan Lainnya

20160330- Progres Pembangun PLTP Unit 5 & 6 di Tompaso-Sulut-Faizal fanani
Tiang pemancang terpasang di pembangunan PLTP Unit 5 & 6 di Tompaso, Sulut, Rabu (30/3). PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) terus mengembangkan energi yang berfokus pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

PGE juga sedang mengembangkan panas bumi di Proyek Hululais, Bengkulu; Proyek Sungai Penuh, Jambi; dan PLTP unit 2 di Proyek Lumut Balai, Sumsel. Selain itu ada tiga inisiasi eksplorasi di Proyek Seulawah, Aceh; Proyek Gunung Lawu, Jawa Tengah; dan Proyek Bukit Daun, Bengkulu.

"Kami menargetkan pada 2026 total kapasitas terpasang PGE bisa meningkat menjadi 1.112 MW," tutur Ali.

Ali melanjutkan, dengan pembangkitan listrik panas bumi oleh PGE sebesar 617 MW, maka berpotensi menurunkan emisi sebesar 3,2 juta ton CO2 per tahun dan penghematan cadangan devisa migas 29 ribu barel setara minyak.

Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu menyampaikan, pengembangan panas bumi menjadi salah satu dasar aspirasi Pertamina dalam kerangka pengembangan energi ramah lingkungan atau green energy.

 

3 of 4

Bakal Lakukan Terobosan

Wilayah Sumatera Utara mendapat tambahan pasokan listrik sebesar 110 Mega Watt (MW) dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla Unit I. (Pebrianto/Liputan6.com)
Wilayah Sumatera Utara mendapat tambahan pasokan listrik sebesar 110 Mega Watt (MW) dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla Unit I. (Pebrianto/Liputan6.com)

Dharmawan melanjutkan, Pertamina akan selalu melakukan terobosan-terobosan pengembangan panas bumi baik dalam bidang teknologi maupun manajemen proyek.

"Dengan kontribusi Pertamina dalam kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia sebesar 96 persen, yang 32 persen dikelola dan dilakukan sendiri Pertamina, serta 64 persen melalui skema JOC, maka panas bumi akan selalu menjadi salah satu fokus Pertamina dalam pengembangan green energy ke depannya," tandasnya.

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓