Menhub Tinjau Infrastruktur Transportasi Pascabencana di Kota Palu

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 10 Agu 2019, 08:39 WIB
20170108-Menhub Tinjau Proyek LRT Jabodetabek-Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Hari ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dijadwalkan akan melakukan tinjauan beberapa infrastruktur transportasi di kota Palu, Sulawesi Tengah pascabencana gempa bumi disertai tsunami yang melanda kota tersebut dan sejumlah daerah di Sulawesi pada September 2018 lalu.

Kunjungan ini guna memastikan sarana dan prasarana trasportasi di Palu kembali beroperasi secara optimal.

"Menteri Perhubungan ingin memastikan bahwa sarana-prasarana transportasi di Palu berjalan dengan baik dalam upaya mendukung kebangkitan ekonomi Kota Palu pascabencana," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hengki Angkasawan di Jakarta, Sabtu (10/8/2019).

Hengki mengatakan, sarana-prasarana transportasi yang ditinjau meliputi Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Pelabuhan Pantoloan, Pelabuhan Wani, dan Terminal Tipe A Induk Mamboro.

"Untuk memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran rakyat, di Pelabuhan Wani, Menhub juga akan menyerahkan life jacket kepada awak kapal rakyat," ujarnya.

Selain meninjau beberapa infrastruktur transportasi, Menhub juga dijadwalkan akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah ibadah dan satu sekolah di Kabupaten Sigi.

"Menhub bersama seorang musisi yaitu Abdi Negara atau akrab disapa Abdi Slank, akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan sebuah Masjid dan SDIT di Kabupaten Sigi," ungkap Hengki.

 

2 of 4

Menhub: 9 Maskapai Asing Ingin Buka Rute ke Bali

Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali (Dok Foto: Angkasa Pura I)
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali (Dok Foto: Angkasa Pura I)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengupayakan agar kapasitas Bandara Ngurah Rai Bali dapat ditingkatkan. Langkah tersebut guna mendongkrak jumlah turis yang berkunjung ke Bali.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menambah slot penerbangan, khususnya bagi penerbangan rute internasional. Budi Karya menjelaskan, penerbangan internasional akan diberikan prioritas untuk take off atau landing pada waktu favorit atau golden time.

"Golden time mereka itu kan pukul 23.00 malam sampai pukul 7 pagi (UTC). Oleh karena itu prioritas akan diberikan pada penerbangan dari turis-turis itu," kata Budi Karya Sumadi diktuip dari pernyataan tertulis, Sabtu (27/7/2019).

Selain itu, ia juga mengatakan akan ada pembatasan penerbangan dengan pesawat sekelas ATR-72 yang mendarat ke Bali.

"Kita akan buat cluster yang menuju Bali. Dari beberapa kota-kota kecil tidak masuk ke sini, kecuali kota-kota itu memang hanya dijangkau dengan pesawat sekelas ATR-72," ujar dia.

Hal lainnya yang akan dilakukan, lanjut Budi Karya Sumadi, yakni dengan membatasi ground time atau waktu naik-turun penumpang untuk tidak lebih dari 3 jam.

"Melalui upaya-upaya itu, kami berharap ke depan kapasitas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dapat bertambah 30 persen dan diprioritaskan bagi penerbangan internasional," ungkap dia.

Saat ini sudah ada sekitar sembilan maskapai asing yang ingin membuka rute penerbangan ke Bali. Antara lain berasal dari Jepang, Taiwan, Bangladesh, Kamboja, Australia, Singapura, Uni Emirat Arab, dan Malaysia.

Sebagai catatan, hingga kini terdapat 34 maskapai asing dengan 47 rute penerbangan yang beroperasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Untuk penerbangan domestik sendiri saat ini ada 8 maskapai domestik dengan 22 rute penerbangan.

"Dengan adanya 9 flight ini jika dirata-rata antara 200-300 orang penumpang per flight, maka paling tidak ada tambahan 2.000 orang setiap hari. Jadi kurang lebih 30 persen kenaikannya. Oleh karenanya, saya minta kepada jajaran Kemenhub, otoritas bandara, Angkasa Pura 1, juga Pemerintah Daerah, Kadishub, secara sinergi melakukan optimalisasi upaya ini," imbuhnya.

3 of 4

Pemerintah Bangun 3 Dermaga Baru di Bali pada 2020

Dua Kapal Pesiar dengan Ratusan Wisatawan Mancanegara Bersandar di Pelabuhan Benoa
Untuk pertama kalinya dua Kapal Cruise (sister ships) MV. Insignia dan MV. Azamara Quest bersandar selamat di Dermaga Pelabuhan Benoa.

Pemerintah berencana membangun tiga tempat bersandar kapal (dermaga) baru di Bali pada 2020 nanti. Ketiga dermaga tersebut berlokasi di Pelabuhan Sanur, Pelabuhan Nusa Penida, dan Pelabuhan Nusa Lembongan. Langkah tersebut untuk meningkatkan pelayanan angkutan kapal penyeberangan antar pulau di Bali guna mendukung konektivitas dan pariwisata.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sudah melakukan survei dan menemui hasil bahwa keberadaan tiga dermaga tersebut memang dibutuhkan.

"Kita bicara mengenai Sanur-Nusa Penida-Nusa Lembongan, 3 dermaga sekaligus. APBN akan kita berikan untuk infrastruktur dasar, tetapi infrastruktur tambahannya akan kita lakukan KPBU (Kerjsama Pemerintah dengan Badan Usaha) dengan swasta supaya dapat dikelola lebih profesional," kata Budi Karya , Sabtu (27/7/2019).

Budi memprediksi, nilai investasi hanya untuk Dermaga Pelabuhan Sanur saja mencapai Rp 500 miliar. Dia pun berharap, pembangunan ini akan semakin menarik minat wisatawan datang bahkan menambah masa berkunjungnya di Bali.

"Kita lihat disini (Sanur) potensial, tapi belum terakomodasi dengan baik. Melalui pembangunan dermaga ini diharapkan pelayanan angkutan kapal di Sanur semakin baik, semakin menarik minat wisatawan datang dan menambah masa berkunjungnya di Bali," ungkap dia.

 

4 of 4

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓