Top 3: Satelit Tunjang Layanan Operasional BRI

Oleh Septian Deny pada 09 Agu 2019, 08:00 WIB
Diperbarui 09 Agu 2019, 08:17 WIB
Memantau Satelit BRI Pasca Anomali Satelit Telkom-1

Liputan6.com, Jakarta - Keberadaan satelit rupanya turut mempengaruhi layanan di sektor perbankan. Dengan satelit yang baik, maka layanan operasional perbankan bisa berjalan optimal di era teknologi digital seperti saat ini.

Hal tersebut dirasakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI. Berkat adanya satelit BRIsat yang diluncurkan pada Juni 2016, layanan operasional BRI mampu bekerja optimal meski dalam keadaan darurat seperti saat pemadaman listrik total (blackout) yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) lalu.

Untuk mitigasi risiko disisi jaringan komunikasi secara jangka panjang, Bank BRI akan melakukan diversity untuk BRIsat yang akan dilaksanakan pada 2020, bersama operator satelit dan telekomunikasi lainnya.

Artikel mengenai satelit milik Bank BRI tersebut menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa atikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Jumat 9 Agustus 2019:

2 of 5

1. Layanan BRI Tetap Lancar Berkat Keunggulan Satelit BRIsat

20160617-Jelang Peluncuran BRIsat, Satelit Perbankan Pertama di Dunia-Jakarta
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk akan meluncurkan satelit bernama BRIsat di Kourou, Guyana Prancis, Amerika Latin, Jumat (17/6/2016) pukul 20.30 hingga 21.15 waktu setempat, atau Sabtu (18/6) pukul 03.00 hingga 04.15 WIB. (Foto: Dok BRI)

Sejak diluncurkan satelit BRIsat pada Juni 2016, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mampu menjaga layanan operasional perbankan dengan lancar. Manfaat itu dirasakan saat terjadi gangguan listrik beberapa waktu lalu. 

Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Bank BRI Indra Utoyo mengungkapkan, BRIsat berperan vital dalam memastikan setiap jaringan kantor dan ATM BRI tetap terhubung ke data center BRI.

"Dengan jaringan komunikasi yang tidak terputus, maka BRI tidak terganggu dalam memberikan layanan kepada para nasabahnya," kata Indra.

 

 Simak artikel selengkapnya di sini

3 of 5

2. Mati Lampu Massal, 3,2 Juta Pelanggan PLN Banten Terima Kompensasi

Ilustrasi mati lampu
Ilustrasi mati lampu (Unsplash.com)

Dampak pemadaman listrik massal pada Minggu, 4 Agustus lalu, sebanyak 3,2 juta pelanggan PLN di Unit Induk Daerah (UID) Banten, akan mendapatkan kompensasi sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2017.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh General Manager PLN UID Banten, Doddy B. Pangaribuan, Rabu (7/8/2019).

"Kami memiliki pelanggan sebanyak 3,2 juta pelanggan di seluruh wilayah layanan UID Banten, sehingga jumlah itu lah yang akan mendapatkan kompensasi," ujarnya, saat menggelar keterangan pers di Kantor PLN UID Banten, Kota Tangerang.

 

 

Simak artikel selengkapnya di sini

4 of 5

3. Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi Sejak 2013

Ilustrasi emas
Ilustrasi emas.

Harga emas naik ke level tertinggi dalam lebih dari enam tahun pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) karena kekhawatiran tentang ekonomi global membuat logam mulia lebih menarik dari pada aset berisiko seperti saham.

Mengutip CNBC, Kamis (8/8/2019), harga emas di pasar spot naik 0,67 persen ke level USD 1.503,30 per ounce. Ini menandai pertama kalinya sejak April 2013 emas diperdagangkan di atas USD 1.500 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Desember melonjak 2,2 persen, sehingga diperdagangkan di USD 1.522,70 per ounce.

 

Simak artikel selengkapnya di sini

5 of 5

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓