Transaksi Tol Tanpa Henti Beroperasi Mulai 2020

Oleh Pramita Tristiawati pada 08 Agu 2019, 16:15 WIB
Diperbarui 08 Agu 2019, 17:17 WIB
Sistem Transaksi Jalan Tol Tanpa Henti

Liputan6.com, Jakarta - Lihat langsung fungsi Single Lane Free Flow (SLFF) atau sistem pembayaran tanpa henti dalam setiap lajur transaksi di jalan tol Tangerang-Merak, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menargetkan, sistem bisa beroperasi pada 2020 mendatang.

"Tahun 2020, sudah bisa diaplikasikan di semua jalan tol," ujarnya saat meninjau uji coba SLFF di Tol Tangerang-Merak, di Gerbang Tol Ciujung, Banten, Kamis (8/8/2019).

Lebih lanjut Danang mengatakan, saat ini BPJT mendorong agar seluruh operator jalan tol melakukan uji coba secara sukarela dengan berbagai macam teknologi. Barulah nanti, BPJT akan memilih teknologi mana yang paling baik diterapkan.

Sistem pembayaran tol tanpa henti, kata Danang, adalah salah satu upaya pemerintah dan operator jalan tol meningkatkan layananan jalan tol. Sistem ini telah mulai di uji coba dan simulasikan sejumlah operator jalan tol sejak awal 2019 lalu.

Salah satunya adalah Astra Intra Toll Tangerang-Merak atau PT Marga Mandalasakti (MMS), operator tol Tangerang-Merak. Presiden Direktur PT MMS Krist Ade Sudiyono mengatakan, MMS telah melakukan simulasi dan uji coba SLFF ini sejak akhir Februari 2019 lalu di empat gerbang tol Tangerang-Merak.

"Di Cikupa, Cikande, Serang Barat dan Serang Timur. Kami juga terus memperluas dan meningkatkan uji coba teknologi ini," kata Krist Ade.

Ade juga menjelaskan, teknologi yang digunakan dalam SLFF di jalan tol Tangerang-Merak ini menggunakan teknologi Dedicated Short Range Communication (DSRC). Teknologi ini memungkinkan penyimpanan data atau identitas kendaraan di dalam alat yang diletakkan di dalam kendaraan atau on board unit (OBU).

Sistem kerja DSRC dengan berbasis pada pertukaran alat informasi antara alat dan pembaca atau reader menggunakan gelombang 5,8 GHz dengan jarak dekat dan penggunaan emisi energi yang rendah.

"Reader yang diletakkan di atas jalan yang berada di gerbang atau gantries, akan mendeteksi dan mengklasifikasikan kendaraan yang melintas sehingga tarif yang dibayarkan akan lebih akurat sesuai dengan jenis kendaraan dan jarak tempuh," kata Krist Ade.

Saat ini, MMS sedang uji coba yang meningkat, seperti dari penggunaan sistem pembayaran bulan hanya e wallet tapi lebih ke multi pembayaran. "Mobile cash, linkaja, master card juga bisa,"ujarnya.

2 dari 4 halaman

Sistem Bayar Tol Tanpa Henti Mulai Uji Coba di Tangerang-Merak

Gerbang Tol Madiun (Dok Kementerian PUPR)
Gerbang Tol Madiun (Dok Kementerian PUPR)

PT Marga Mandala Sakti (MMS) mulai melakukan uji coba sistem transaksi tanpa henti (Single Lane Free Flow/SLFF) pada sejumlah gerbang tol Tangerang-Merak.

"Saat ini kami masih dalam tahap persiapan menuju sistem SLFF. Dalam penerapan free flow ini dibutuhkan kesiapan tidak hanya dari pihak pengelola jalan tol saja, namun juga kesiapan dari masyarakat untuk beralih dari sistem manual dan otomatis menuju sistem free flow," kata Presiden Direktur PT Marga Mandala Sakti Krist Ade Sudiyono, di Serang, Jumat (5/4/2019).

Gerbang tol yang telah dilakukan uji coba yakni di Ciujung, Karang Tengah dan Cikupa. Uji coba SLFF sebenarnya telah digaungkan dan uji coba sejak 2016. Uji coba masih terus dilakukan perbaikan, hingga penerapan sistem ini siap dilakukan dalam proses pembayaran di gerbang tol.

"Diharapkan dapat mempercepat waktu tempuh pengguna jalan, serta meningkatkan kapasitas transaksi di ruas Tol Tangerang-Merak," tambah dia.

SLFF merupakan sistem pembayaran tanpa henti dalam setiap lajur transaksi. Sistem ini menganut Intelligent Traffic System (ITS).

Teknologi yang digunakan dalam SLFF menggunakan Dedicated Short Range Communication(DSRC), untuk memungkinkan penyimpanan data atau identitas kendaraan di dalam alat yang diletakkan di dalam kendaraan (on board unit/OBU).

Sistem kerja DSRC dengan berbasis pada pertukaran alat informasi antara alat dan pembaca atau reader menggunakan gelombang 5,8 GHz, dengan jarak dekat dan penggunaan emisi energi yang rendah.

Reader yang diletakkan di atas jalan berada di gerbang atau gantries, akan medeteksi dan mengklasifikasikan kendaraan yang melintas sehingga tarif yang dibayarkan akan lebih akurat sesuai dengan jenis kendaraan dan jarak tempuh.

"Saat ini instalasi SLFF sudah dipersiapkan di Entrance Gerbang Tol Serang Barat dan Cikande, Exit Gerbang Tol Cikupa dan Serang Timur dengan masing-masing satu lajur," terangnya.  

3 dari 4 halaman

Jasa Marga Siap Percepat Konstruksi Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran

Gerbang Tol Cengkareng
Gerbang Tol Cengkareng terapkan transaksi tol tanpa henti (Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usaha PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) mendapatkan kredit sindikasi dana talangan tanah senilai Rp 4 triliun. Pendanaan ini akan digunakan untuk pembebasan lahan Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran sepanjang 14,19 km dan akan menjadi bagian dari Jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road Tahap 2 (JORR2).

Perjanjian kredit sindikasi dana talangan tanah proyek pembangunan Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran ini ditandatangani di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Pendanaan untuk pembebasan lahan Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran-Cengkareng ini berasal dari empat bank, yakni BRI, BNI, BCA dan Bank Mandiri. Masing-masing institusi perbankan tersebut mengucurkan Rp 1 triliun.

Direktur Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Donny Arsal menyampaikan rasa terimakasih atas kepercayaan pihak perbankan kepada Jasa Marga yang diwujudkan dalam perjanjian kredit sindikasi ini.

"Kami berterimakasih kepada rekan-rekan perbankan atas kepercayaannya. Perlu juga kami sampaikan bahwa saat ini Jasa Marga berhasil mempertahankan laba bersihnya di tengah ekspansi bisnis yang sedang dilakukan," ungkapnya.

Sementara Direktur Utama PT JKC Agus Suharjanto menyatakan, pihaknya akan menyiapkan dana talangan tanah sesuai yang tercantum dalam perjanjian pengusahaan jalan tol. Saat ini, PT JKC telah mengajukan pinjaman sebesar Rp 4 triliun yang juga sudah disetujui oleh pihak sindikasi.

"Dana talangan tanah ini akan dipakai untuk pembayaran ganti rugi tanah seluruh Ruas Cengkareng-Batuceper-Kunciran," ujar dia.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓