Gempa Magnitudo 7,4 jadi yang Terbesar Guncang Banten?

Oleh Septian Deny pada 02 Agu 2019, 23:12 WIB
Diperbarui 03 Agu 2019, 15:16 WIB
Rumah ambruk akibat gempa

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang Banten pada pukul 19.03 WIB. Namun gempa tersebut rupanya bukan yang pertama terjadi di wilayah Banten dalam beberapa hari terakhir.

Ketua Harian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, Ashok Kumar mengatakan sejauh ini gempa bermagnitudo 7,4 tersebur merupakan yang terbesar mengguncang Banten. Sebab menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir kekuatan gempa yang terjadi tidak lebih dari magnitudo 6.

"Ini (magnitudo) 7,4 baru pertama kali di Banten. Waktu tsunami kemarin tidak ada gempa, hanya tiba-tiba air datang. Ini baru pertama kali sampai magnitudo 7, biasanya (magnitudo) 5, (magnitudo) 6," ungkap dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (2/8/2019).

Namun demikian, lanjut dia, gempa yang terjadi pada malam ini bukan yang pertama dalam beberapa hari terakhir. Sebab sebelum gempa ini terjadi, sudah ada gempa-gempa berskala kecil yang mengguncang Banten.

"Sebelum ini, kemarin-kemarin sudah ada gempa (di Banten), beberapa hari itu ada gempa non-setop, tetapi hanya kecil-kecil. Magnitudo 4, magnitudo 3, tapi kalau yang ini (malam ini) terasa," tandas dia.

2 dari 3 halaman

Setelah Gempa Banten, Kemenhub Pastikan Pelayanan Pelabuhan Tetap Normal

H-2 Lebaran, Pelabuhan Merak Mulai Lengang
Kendaraan menanti waktu masuk kapal di Dermaga II Pelabuhan Penyebrangan Merak, Banten, Senin (3/6/2019). Hingga Senin (3/6) dini hari, jumlah calon penumpang yang akan menyebrang dari pelabuhan Merak menuju Bakauheni mengalami penurunan. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo memerintahkan jajarannya untuk mengecek sarana dan prasarana transportasi laut di wilayah Banten dan Lampung pasca gempa magnitudo 7,4 yang terjadi hari ini (2/8) pukul 19.07 WIB.

Dirjen Agus juga memerintahkan jajarannya untuk mengecek sarana dan prasarana yang terkena gempa tersebut khususnya di Banten, Lampung dan sekitarnya.

"Sejauh pengecekan yang telah kami lakukan, dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Banten, Karangantu dan Panjang Lampung tidak terdampak gempa. Pelayanan kepelabuhanan berjalan normal," ujar Dirjen Agus.

Dirjen Agus meminta agar jajarannya di lokasi gempa untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang masih terjadi sewaktu-waktu dan menginstruksikan untuk terus melakukan pengawasan dan pengecekan adanya kerusakan pasca gempa bumi di pelabuhan serta menginformasikan kondisi terkini kepada operator kapal pasca gempa Banten.

Gempa kuat mengguncang sejumlah wilayah salah satunya di Jakarta. Gempa yang berasal dari sebelah barat daya Sumur, Banten terjadi di kedalaman 10 Km. Gempa persisnya terjadi di lokasi 7.54 LS,104.58 BT atau di 147 Km Barat Daya, Sumur Banten.  

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓