Pertamina, Shell dan Total, Siapa Jualan BBM Paling Murah?

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 02 Agu 2019, 11:39 WIB
Diperbarui 02 Agu 2019, 12:17 WIB
Harga Pertamax Naik

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero), PT Shell Indonesia dan PT Total Oil Indonesia menetapkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi harga yang bervariasi pada awal‎ Agustus 2019. Lalu di antara tiga perusahan tersebut mana yang paling murah?.

Pantauan Liputan6.com, pada Stasiun Pengisan Bahan Bakar Umum (SPBU) 31.127.02, di kawasan Kapten Tendean, Jumat (2/8/2019), BBM jenis Pertamax 92 dijual Rp ‎9.850 per liter, Pertamax Turbo Rp 11.200 per liter‎ dan Pertamina Dex Rp 11.700 per liter‎.

Sedangkan berdasarkan pantauan SPBU Shell di Kapten Tendean Jakarta, perusahaan minyak asal Belanda tersebut menjual BBM jenis Super yang setara dengan Pertamax 92 seharga ‎Super Rp ‎9.950 per liter. Untuk BBM jenis V-Power dibandrol Rp 11.400 per liter dan Diesel Rp 12.100 per liter.

Untuk harga BBM yang dijual Total, berdasarkan pantauan pada SPBU Total di Kawasan Kapten Tendean, BBM jenis ‎Performance 92 yang setara dengan Pertamax 92 dan Super dijual Rp 10.200 per liter, BBM jenis Performance‎ 95 dijual Rp 11.650 per liter dan Performance Diesel Rp 12.350‎ per liter.

 

2 of 3

Pertamina Klaim Tumpahan Minyak di Laut Karawang Berkurang

Ilustrasi tambang migas
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

PT Pertamina (Persero) mengklaim jumlah tumpahan minyak akibat kebocoran gas sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) telah berkurang. Saat ini penanganan tumpahan terus dilakukan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, saat ini jumlah tumpahan minyak sudah tinggal 10 persen dari tumpahan awal sekitar 3.000 barel per hari, sehingga yang tersisa hanya 300 barel per hari.

"Soal spill (tumpahan minya), 3.000 barel per hari, sekarang 10 persen saja," kata Nicke, di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu menambahkan, Pertamina sudah melakukan penghalauan aliran minyak agar tetap berada di perairan dekat dengan anjungan lepas pantai. Caranya dengan menyiapkan tujuh lapis alat penghadang aliran minyak.

"Kami sampaikan 7 lapis penanganan, layer 1 dipasang static oil boom (alat untuk menangani tumpahan minyak), untuk menahan tumpahan minyak tetap di anjungan. Ada beperapa oil boom yang ditarik dengan kapal untuk mengejar minyak. Layer 3 merupakan penanganan pengualangan yang kedua. Layer 5 daerah tanjung sedari dan MW area, kami melakukan proteksi dengan combat untuk memastikan tumpahan minyak yang mengalir dapat tertangkap," paparnya.

Menurut Dharmawan, ‎Pertamina juga sudah berupaya menutup sumur yang terdapat kebocoran gas untuk mengatasi tumpahan minyak dengan melakukan pengeboran. 

"Ada tiga struktur yang jadi fokus kita, di sinilah kita terjadi spill, Kedua, menara pemboran Soehana, jumat kemarin sudah melakukan drilling well (pengeboran sumur), itu adalah upaya untuk menutup spill yang mengalir," tandasnya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by