4 Unicorn Indonesia Diklaim Singapura

Oleh Liputan6.com pada 30 Jul 2019, 15:27 WIB
Diperbarui 01 Agu 2019, 11:14 WIB
Banner Infografis 4 Unicorn di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia kerap membanggakan empat unicorn, atau perusahaan rintisan (startup) yang valuasinya mencapai di atas USD 1 miliar. Keempat unicorn yang dimaksud, yakni Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka.

Sayangnya, keempat unicorn tersebut oleh Google dan Temasek diakui sebagai milik Singapura. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong,

"Riset Google-Temasek yang pertumbuhan ekonomi ASEAN, malah empat unicorn kita diklaim sebagai unicorn mereka," kata dia di kantornya, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Mantan Menteri Perdagangan ini mengaku heran karena riset dalam tersebut Indonesia dinyatakan sama sekali tidak memiliki unicorn. Sementara Singapura tercatat memiliki empat unicorn yang selama ini diketahui milik Indonesia.

"Saya tidak mengerti juga, ada tabel tentang unicorn. Indonesia ada 0, tapi di Singapura ada empat perusahaan," lanjut Lembong.

Dia menjelaskan, hal tersebut disebabkan empat induk unicorn Indonesia memang berada di Singapura. "Faktanya adalah 4 unicorn kita, induknya memang di Singapura semua. Uang yang masuk ke 4 unicorn kita, masuknya lewat Singapura," jelasnya.

"Dan sering kali masuknya bukan dalam bentuk investasi, tapi oleh induknya unicorn di Singapura langsung bayar ke perusahaan iklan di Indonesia atau bayar langsung ke vendor atau supplier di Indonesia dari Singapura," ujarnya.

Dengan demikian, jika keempat unicorn tersebut mendapat suntikan dana, maka diperhitungkan sebagai investasi di Singapura, bukan di Indonesia.

"Jadi, sedikit membingungkan, kan ada pengumuman Grab akan investasi sekian, Gojek baru fund raising baru dapet lagi berapa miliar dolar. Kok enggak nongol-nongol lagi dalam bentuk arus modal masuk berbentuk investasi. Jawabannya masuk berbentuk investasi ke Singapura, ke induknya," ucapnya.

 

Reporter: Wilfridus Setu Embu 

Sumber: Merdeka.com

2 of 3

BEI Tunggu Restu Pemegang Saham 4 Unicorn Indonesia untuk IPO

Pembukaan-Saham
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI)  mengaku telah melakukan pendekatan intensif kepada empat unicorn di Tanah Air. Unicorn itu antara lain Go-Jek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia untuk mencatatkan saham di BEI.

Direktur Penilaian Perusahan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menuturkan pihaknya telah bertemu dan berdiskusi dengan keempat startup unicorn tersebut untuk mengajak melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

"Sudah diskusi dan sudah ketemu. Tapi tergantung dari pemegang saham mereka," ujar dia di Jakarta, pada Rabu, 20 Maret 2019. 

Nyoman menambahkan, pihaknya telah melakukan relaksasi aturan untuk mengakomodasi perusahaan startup melakukan IPO. 

"Kami sudah akomodasi, bukan hanya bagi perusahaan manufaktur. Tetapi juga, bagi perusahaan yang valuasinya berdasarkan intangible," kata dia.

Menurut Nyoman, direksi keempat unicorn itu membutuhkan persetujuan dari pemegang saham terkait ajakan IPO. Lantaran, para pemegang saham antara lain adalah investor-investor asing.

"Mereka perlu approval dari pemegang sahamnya untuk melakukan IPO," ungkapnya.

Nyoman memastikan, BEI telah menyiapkan infrastruktur bagi perusahaan unicorn maupun perusahaan rintisan lainnya yang akan IPO atau menawarkan sahamnya kepada publik.

"Pintu sudah kami buka. Call-nya ada di mana? Ya ada di mereka," pungkasnya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by