Menunggu Kepastian The Fed, Rupiah Melemah Tipis

Oleh Arthur Gideon pada 30 Jul 2019, 11:59 WIB
Nilai tukar Rupiah

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Selasa ini.  Hari ini rupiah akan bergerak melemah di kisaran 14.030 per dolar AS sampai 14.050 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, Selasa (30/7/2019), rupiah dibuka di angka 14.022 per dolar AS, melemah tipis jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.020 per dolar AS. Pada siang ini, rupiah terus tertekan ke level 14.029 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.021 per dolar AS hingga 14.036 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 2,51 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.034 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 14.010 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajamen Lana Soelistianingsih mengatakan, investor tengah menunggu kepastian turunnya suku bunga oleh The Fed kendati penurunannya diperkirakan tidak sebesar ekspektasi sebelumnya yaitu 50 basis poin (bps).

"Investor global menunggu kepastian kebijakan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC tanggal 30-31 Juli ini. Walaupun kemungkinan penurunannya sudah hampir dapat dipastikan. Kemungkinan The Fed akan turunkan suku bunganya sebesar 25 bps sehingga menjadi 2-2,25 persen," ujar Lana.

Harga minyak mentah merespons naik kemungkinan tersebut. Turunnya suku bunga The Fed dianggap bisa mengurangi potensi perlambatan ekonomi terutama di AS yang berarti mengurangi potensi penurunan permintaan untuk energi.

Lana memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak melemah di kisaran 14.030 per dolar AS sampai 14.050 per dolar AS.

2 of 3

BI Prediksi Nilai Tukar Rupiah 13.900 - 14.000 per Dolar AS di 2020

Rupiah Stagnan Terhadap Dolar AS
Teller menunjukkan mata uang dolar AS di penukaran uang di Jakarta, Rabu (10/7/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di perdagangan pasar spot hari ini di angka Rp 14.125. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menyampaikan asumsi ekonomi makro tahun 2020 untuk nilai tukar Rupiah adalah pada level 13.900-14.300 dan inflasi 3 persen plus minus 1.

Perry menilai,sejauh ini Rupiah masih menunjukan kondisi yang positif. Tercatat hingga hari ini nilai tukar berada pada posisi 14.250 terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

"Hingga tanggal 10 Juni 2019 nilai tukar Rupiah 14.250 per USD atau menguat 0,91 persen bila dibandingkan dengan level akhir tahun 2018 yaitu Rp 14.380, nilai tukar rupiah pada tahun 2019 mencapai Rp 14.187 atau menguat 0,41 persen dibandingkan rerata tahun 2018 Rp 14.246," kata dia pada Selasa 11 Juni 2019. 

Selain itu, BI memperkirakan bahwa Neraca Pembayaran Indonesia akan mencatat surplus sejalan dengan prospek aliran masuk modal asing yang terus berlanjut.

Sementara itu, defisit transaksi berjalan atau Current Account Defisit (CAD) 2019 juga diperkirakan lebih rendah dari tahun 2018 yaitu dalam kisaran 2,5 sampai 3 persen terhadap PDB.

"Sejalan dengan perkiraan neraca pembayaran tersebut, kami memperkirakan rata-rata nilai tukar pada tahun 2019 akan berada pada kisaran Rp 14.000 - Rp 14.400 terhadap dolar Amerika Serikat," ujarnya.

"Pada tahun 2020 kami memperkirakan bahwa prospek penguatan Neraca Pembayaran Indonesia akan berlanjut ditopang oleh peningkatan aliran masuk modal asing dan penurunan defisit transaksi berjalan," dia menambahkan.

Aliran masuk modal asing (inflow) diperkirakan meningkat dipengaruhi oleh prospek ekonomi yang membaik dan juga koordinasi yang kuat kebijakan antara pemerintah Indonesia dan berbagai otoritas terkait, untuk 2019 defisit transaksi berjalan kita akan tetap terkendali.

"Dengan berbagai perkembangan tersebut kami memperkirakan bahwa rata-rata nilai tukar Rupiah pada tahun 2020 akan berada pada kisaran Rp 13.900 sampai dengan Rp14.300 dolar Amerika Serikat," tutupnya.

 
3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓